Ini Alasan Dedi Mulyadi tidak Memakai Iket saat Bertemu Anne Ratna Mustika di Sidang Perceraiannya, Berdasar Filosofi Sunda

soreang Suara.Com
Senin, 31 Oktober 2022 | 16:58 WIB
Ini Alasan Dedi Mulyadi tidak Memakai Iket saat Bertemu Anne Ratna Mustika di Sidang Perceraiannya, Berdasar Filosofi Sunda
Ini Alasan Dedi Mulyadi tidak Memakai Iket saat Bertemu Anne Ratna Mustika di Sidang Perceraiannya, Berdasar Filosofi Sunda

SuaraSoreang.id - Dedi Mulyadi akhirnya bertemu dengan Anne Ratna Mustika dalam gelaran sidang perceraian dirinya.

Sidang perceraian antara Anne Ratna Mustika yang juga merupakan Bupati Purwakarta dengan kang Dedi Mulyadi kembali digelar dalam sidang dengan agenda mediasi.

Sidang itu digelar di Pengadilan Agama Purwakarta pada Kamis 27 Oktober 2022.

Momen pertemuan mereka dalam sidang kali ini terabadikan lewat video yang kemudian potongan pertemuannya diunggah di kanal Youtube Kang Ded Mulyadi Channel.

Dalam momen itu tampak kang Dedi berinisiatif melakukan salaman terhadap Ambu Anne. Namun hal yang menarik perhatian adalah kang Dedi Mulayadi tidak memakai iket kepala seperi biasanya.

Melihat hal tersebut menjadi sorotan publik, kang Dedi Mulyadi memberi tanggapan terkait dirinya tidak memakai ikat kepala saat pertemuan sidang mediasi bersama Ambu Anne.

Melansir kanal Youtube Kang Dedi Mulayadi Channel pada 31 Oktober 2022, Dedi Mulyadi memaparkan alasannya.

“Banyak yang nanya kenapa kemarin ke Pengadilan Agama kok gak pakai iket. Ini harus dijelasin,” ujar kang Dedi.

Kemudian Dedi Mulyadi pun menjelaskan, bahwa terdapat folosofi orang Sunda berupa peribahasa “cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket”.

Baca Juga: Kesaksian Susi PRT Ferdy Sambo Banyak Bohongnya? Begini Keterangan Versi Bharada E

Filosofi itu kemudain kang Dedi beberkan maknanya.

Berdasar penjelasnnya, cing caringcing pageuh kancing, artinya kita harus memiliki kewaspadaan. Kemudian kancing yang dipasang di sini harus pageuh atau erat.

“Harus dikancingin. Gak boleh itu benangnya lepas,” jelasnya.

Lanjut, Kang Dedi Mulyadi menjelaskan, kancing merupakan lambang feminim. Secara umum, feminin mendomasi sifat perempuan.

Maka, setiap perempuan Sunda memiliki kancing sampai di atas dada.

“Karena di situ kehormatannya. Kalau kancingnya lepas, itu tanda sudah hilangnya kehormatan diri. Karena kancingnya sudah lepas,” papar Kang Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI