Kisah Tragis Perbudakan, Seorang Pria Dipaksa Produksi 250 Anak oleh Majikan

soreang | Suara.com

Selasa, 08 November 2022 | 21:54 WIB
Kisah Tragis Perbudakan, Seorang Pria Dipaksa Produksi 250 Anak oleh Majikan
Ilustrasi perbudakan, kisah tragis perbudakan zaman dulu (Yt Jurnal Kriminal Official)

SuaraSoreang.id - Kisah tragis ini tentang kekejaman perbudakan di Amerika dan Eropa pada zaman dulu yang sudah tidak asing lagi terdengar bagi masyarakat.

Kisah misteri ini berawal dari kekejaman tersebut datang dari daratan Amerika pada abad ke-18 hingga abad ke-19 yaitu di Brazil.

Melansir kanal youtube Jurnal Kriminal Official pada tanggal 06 November 2022, kisah keji ini berdasarkan kisah tragis nyata pada abad tersebut. Ternyata dulu ada namanya pabrik pembuatan anak yang nantinya akan dijadikan budak.

Pabrik ini terdiri dari orang-orang Amerika yang datang menuju ke Brazil, yang jika sudah di Brazil otomatis tidak bisa pulang dan tidak akan pernah kembali ke tanah kelahirannya.

Para majikan di Brazil lebih banyak membutuhkan budak, makanya mereka memproduksi dan mengembangbiakkan budak-budak tersebut disebuah pabrik. Karena, kalau mereka hendak membeli lagi seorang budak kondisinya sangat sulit. Para budak lebih banyak yang meninggal pada saat diperjalanan.

Mereka pada abad 18 tersebut, para majikan akan menyeleksi dan memilih budak pejantan yang berbadan kuat. Sehingga mereka akan menyuruh para wanita lain untuk tidur secara bergiliran. Sehingga para pemilik budak akan memiliki banyak budak lagi untuk dijual ataupun dipekerjakan di ladang mereka.

Hal ini sangat tidak manusiawi, bahkan wanita disana kerjaannya hanya hamil dan melahirkan. Karena dalam sistem perbudakan disana, jika memiliki banyak budak akan dilihat sebagai orang yang tinggi dan kaya. Budak tersebut pun tidak diberikan upah, hanya diberikan makanan dan tempat tinggal seadanya, di ladang atau di tempat kerjanya.

Hingga muncul undang-undang baru di tahun 1871 yang dibentuk dan dinyatakan bahwa jika lahir seorang anak dari seorang budak wanita maka anak tersebut akan dibebaskan dari perbudakan.

Namun, sebelum didirikan undang-undang tersebut anak-anak budak itu masih menjadi hak milik mereka. Maka para majikan pun berbondong-bondong memproduksi banyak anak dari budak tersebut sehingga dapat membantu anak dan cucu mereka nanti di masa depan untuk diwariskan.

Para majikan memilih seorang wanita yang baru saja menstruasi atau wanita-wanita lain yang sehat untuk dipilih dan diperintahkan untuk bermalam dengan budak pejantan. Dan jika anak yang dilahirkan dari budak wanita itu sehat tanpa cacat, maka majikan akan menjaga wanita tersebut agar dapat melahirkan banyak anak.

Wanita-wanita budak akan melahirkan sebanyak 10 sampai 20 kali tergantung kondisi kesehatan mereka. Namun, mereka tetap harus bekerja di ladang.

Hal ini sangat memalukan dan tidak menyenangkan bagi para budak laki-laki yang dipilih sebagai penjantan. Karena sistem tersebut harus membuat mereka sengaja tidur dengan anak dibawah umur, anak dari sahabatnya dan bahkan pacar dari teman dekatnya.

Sejarah yang diingat oleh warga Brazil adalah seorang budak pejantan yang bernama Hoki Jose Florenzo atau lebih dikenal dengan julukan Pataseka.

Laki-laki ini hidup di abad ke-19 dan tinggal di kota yang sekarang dinamakan Chao Carlos di kota Sao Paolo.

Pataseka ini dulunya dikenal sebagai budak yang berbadan kuat, tinggi dan sehat. Sehingga ia dinobatkan menjadi budak terbaik dalam memproduksi anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kang Dedi Mulyadi Siapkan Pengajuan Damai, Anne Ratna Mustika Yakin Ingin Cerai

Kang Dedi Mulyadi Siapkan Pengajuan Damai, Anne Ratna Mustika Yakin Ingin Cerai

| Selasa, 08 November 2022 | 20:54 WIB

Fakta Mengejutkan Video Syur Kebaya Merah, Pemeran Wanita Dibayar Rp750 Ribu, Sudah Produksi 92 Rekaman Adegan Ranjang hingga Tembus Pasar Luar Negeri

Fakta Mengejutkan Video Syur Kebaya Merah, Pemeran Wanita Dibayar Rp750 Ribu, Sudah Produksi 92 Rekaman Adegan Ranjang hingga Tembus Pasar Luar Negeri

| Selasa, 08 November 2022 | 20:25 WIB

Tegas! Anne Ratna Mustika Mantap Ingin Cerai dari Dedi Mulyadi: Tak Ada Ruang untuk Damai

Tegas! Anne Ratna Mustika Mantap Ingin Cerai dari Dedi Mulyadi: Tak Ada Ruang untuk Damai

| Selasa, 08 November 2022 | 20:07 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan

Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan

Riau | Minggu, 24 Mei 2026 | 22:03 WIB

Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan

Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 22:00 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS

Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS

Riau | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:29 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta

Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:00 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB