SuaraSoreang.id - Dedi Mulyadi kembali jadi sorotan publik usai mengungkapkan istri pertamanya, Sri Mulyawati, yang sudah meninggal 22 tahun lalu.
Diketahui, bahwa Dedi Mulyadi dan Sri Mulyawati sudah saling mengenal sejak keduanya masuk di organisasi kemahasiswaan, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta.
Sri Mulyawati merupakan sosok yang baik hati juga setia kawan.
Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa kawan seperjuangannya saat masih duduk di bangku kuliah yang juga merupakan kawan Sri Mulyawati dan Dedi Mulyadi saat menjadi kader HMI Cabang Purwakarta.
Salah satu kawan Dedi Mulyadi yang bernama Purwanto atau biasa disapa Bos Ipung, kini sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta.
Bos Ipung mengatakan, bahwa dirinya mengenal Kang Dedi Mulyadi sejak tahun 1993, baru kemudian satu tahun setelahnya kenal dengan Sri Mulyawati.
Saat kuliah dan masuk organisasi HMI, Bos Ipung menceritakan kehidupannya yang tinggal menumpang di sekretariat. Ia mengatakan, bahwa Kang Dedi dan Sri Mulyawati sudah ia anggap seperti kakak sekaligus orang tua di organisasi tersebut.
“Yang selalu membantu saya itu adalah dua orang. Ada Ajis Zulkarnain sama Teh Sri dan Kang Dedi. Teh Sri sama Kang Dedi waktu itu masih sering jalan bareng. Belum menikah dan mereka berdua itu sudah seperti kakak dan orang tua dari kami semua yang tinggal di sekretariat,” tutur Bos Ipung, dikutip dari Denpasar.Suara.com.
Kebaikan yang selalu diingat oleh Bos Ipung dari sosok Sri Mulyawati adalah selalu berbagi makanan dengan kawan-kawannya.
“Dan kita tahu bahwa Teh Sri itu kalau makan itu pasti lihat temen-temennya. Kalau temen-temennya nggak makan, dia nggak makan. Kalau temen-temennya belum makan, dia makan (maka) teman-temannya harus makan semuanya,” imbuh Bos Ipung.
Bahkan Bos Ipung menerangkan bahwa keberhasilan yang kini diraihnya adalah berkat jasa dari Sri Mulyawati.
“Saya tentu ada hari ini di sini itu adalah salah satunya berkat jasa ibunya Maula yang selalu memberikan makan kepada saya," terangnya.
Ia berharap semoga kebaikan yang ada pada sosok Sri Mulyawati, hadir pula di sosok putranya, Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar.
"Saya selalu berdoa mudah-mudahan kemuliaan hati beliau (Sri Mulyawati) yang telah meninggalkan kita semuanya itu bisa terus terpatri di hati Maula dan terus bisa menjadi nilai-nilai yang hidup di kehidupan Maula,” tuturnya.
Selain itu, kebaikan hati seorang Sri Mulyawati juga diceritakan oleh kawannya yang lain, yakni Saepul Akbar atau Bin Zein alias Om Zein.