Zulfikar menyebutkan jika konser ini mulanya dijadwalkan digelar pada bulan Agustus 2022. Namun, dengan berbagai pertimbanganakhirnya pihak penyelenggara mengundur tersebut pada 12-13 November 2022.
Sebagai investor, pihak MyMedia hanya berpatokan pada kontrak yang disepakati penyelenggara, yakni pada September 2022.
Bahkan dikatakan, sejak September 2022, Zulfikar Hubullah dan tim menarik diri dalam kegiatan itu lantaran menilai jika kontrak sudah berakhir.
Terkait sirkulasi tiket, sepenuhnya dilakukan panitia atau penyelenggara acara meski diakui tertera logo MyMedia di dalamnya.
Secara pribadi, Zulfikar Hubullah tetap mendukung kegiatan tersebut lantaran dinilai penting untuk kebangkitan musik di Kota Bandung.
"Kita ada kesepatakan gelar event Agustus, tapi diundur. Kemudian kita menunggu sampai pada akhirnya kontrak selesai September 2022," ucapnya.
Setelah itu, penyelenggara berkeyakinan bisa menggelar event hingga muncul tangga 12-13 November 2022.
"Secara pribadi, saya mendukung upaya penyelenggara untuk tetap menggelar kegiatan. Event itu kan sangat bagus untuk perkembangan musik di Bandung," kata dia.
Setelah kontrak selesai, pihak penyelenggara hanya beberapa kali memberikan update kegiatan, yang kesemuanya diklaim berjalan baik.
Baca Juga: Bantah Isu Hamil, BCL Sebenarnya Ingin Dipuji Lebih Bahagia Malah Jadi Body Shaming
Kemudian, Zulfikar terkejut ketika waktu penyelenggaraan tiba, penyelenggara mengaku kekurangan anggaran yang nilainya cukup besar.
Di sana dia meminta penyelenggara memastikan semua aman dan bisa terlaksana, karena pihak MyMedia tidak mungking mengeluarkan anggaran tanpa ada ikatan kerja sama.
Dan hingga akhirnya penyelenggara memutuskan event tersebut kembali diundur, secara pribadi dia menyangkannya.
Zulfikar Hubullah mengatakan, jika hal tersebut menjadi pembelajaran untuk dirinya, jika tidak semua bisa berjalan lancar meski dikelola oleh tim yang menilai diri profesional.
"Ini jadi pelajaran serius, ternyata selalu ada kendala jika memang persiapan tidak dilakukan mantang dan terkesan dipaksakan," ujarnya. (*)