SuaraSoreang.id - Gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika rupanya cukup membuat Dedi Mulyadi geram.
Kini sidang gugat cerai antara Dedi Mulyadi dan Ambu Anne Ratna Mustika ini telah melewati agenda mediasi kelima dan pokok perkara, Rabu (16/11/2022) lalu.
Alasan Anne Ratna Mustika gugat cerai Dedi Mulyadi di antaranya menyangkut soal nafkah lahir dan batin, manajemen keuangan, dan KDRT psikis berupa kekerasan verbal yang diterimanya.
Di samping itu, pada awak media Dedi Mulyadi ungkapkan sindiran bagi Anne Ratna Mustika atau akrab disebut Ambu Anne.
Berikut beberapa sindiran Dedi Mulyadi yang dirangkum Suara Soreang dari berbagai sumber:
1. Sindir Ambu Anne Berani Gugat Cerai Ketika jadi Bupati Purwakarta
Pada agenda sidang mediasi ketiga, Kamis 27 Oktober 2022 lalu, Dedi Mulyadi kesal pada sang istri yang menggugat cerai ketika Ambu Anne sudah menjadi Bupati Purwakarta.
“Saya pernah jadi wakil bupati 5 tahun, bupati 10 tahun. Selama menjabat gak pernah gugat cerai. Tapi begitu saya tidak jadi bupati, istri jadi bupati saya digugat cerai,” ungkap Dedi Mulyadi.
2. Dedi Mulyadi ungkit Pengorbanan Kerja Kerasnya
![Kang Dedi Mulyadi turun ke lapangan [YouTube/Kang Dedi Mulyadi]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/11/12/1-tanah-dedi-mulyadi-diserobot-perusahaan-pangan.jpg)
Melalui kanal YouTubenya Dedi Mulyadi ceritakan perjalanan karirnya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta selama dua periode.
Mulanya dia merupakan anggota DPRD Purwakarta, kemudian menjadi wakil Bupati Purwakarta periode 2003-2008 bersama Lily Hambali Hasan. Dia mengungkapkan modal politinya mulai dari sini.
"Saya tegesin ya sekarang. (Jadi) Wakil Bupati aku keliling. Kemana-mana tiap hari. demi apa? Demi aku dikenal masyarakat, dekat masyarakat," jelas Kang Dedi.
Inilah yang menurutnya menjadi alasan di kemudian hari posisi Bupati Purwakarta diduduki olehnya.
"Hikmahnya terpilih jadi bupati dalam usia 35 tahun, wakil bupati 30 tahun. Mengalahkan bupati yang sedang menjabat," ungkapnya.
Dedi Mulyadi ungkit pengorbanan kerja kerasnya demi membangun Purwakarta dari hasil pemikirannya.
"Modal wabup hanya 500 ribu di dompet. Dan selesai nyalon saya nggak punya uang. Terpilih jadi bupati, kerja keras lagi. Membangun dengan kesungguhan. Apa yang didapat. Terpilih lagi jadi bupati. Terus kerja juga, komunikasi, hampir seluruh wilayah di jawa barat," lanjutnya.
Dia sempat menceritakan perjalanannya sebagai orang nomor satu di Purwakarta. Kang Dedi juga mengungkap jika Ambu Anne tak akan jadi bupati tanpa jasa Kang Dedi.
"Apa hikmah dari kerja keras saya menjadi bupati dan dipercaya oleh masyarakat, istri terpilih menjadi bupati karena kepercayaan publik yang tinggi (terhadap Dedi Mulyadi)," kata Kang Dedi dalam Youtube KDM Channel.
"Banyak yang berpikir waktu itu kalau ibu yang terpilih, bapaknya (maksudnya Kang dedi), kan masih ada di sini. Bapak masih bisa bantu. Kalau ibu terpilih, kami masih dekat dengan bapak," kata Dedi.
3. Sindir Kinerja Ambu Anne sebagai Bupati Purwakarta
Dilansir dari kanal Youtube KDM Channel, Dedi Mulyadi sempat mendatangi Kawasan Cilodong, Kabupaten Purwakarta.
Seakan menyindir kinerja Ambu Anne, Kang Dedi membandingkan kinerjanya ketika menjabat sebagai Bupati Purwakarta dibandingkan kini yang diduduki Anne Ratna Mustika.
Menurut penuturan Kang Dedi, saat itu kawaasan ini sudah pernah dibersihkan olehnya, namun kini ramai kembali menjadi tempat prostitusi.
"Dulu mah rapih bersih, sekarang rame lagi," kata Kang Dedi.
Kang Dedi berjanji akan kembali membereskan kawasan ini, sebab dulu ketika menjabat sebagai Bupati Purwakarta dia pernah membereskannya.
“Saya ingin membereskan ini karena dulu pernah dibereskan juga. Ini kan bangunan liar dan ada perdagangan wanita, bisa pidana,” ungkap Kang Dedi.
Dedi Mulyadi keheranan mengapa kali ini usai Kang Dedi fokus di lain hal, kini tempat yang dibereskannya kembali makin ramai.
“Ternyata setelah saya tidak lagi fokus aktif menyelesaikan problem sosial di sini, Sekarang orang pada berani lagi makin marak dengan jumlah yang sangat lebih banyak,” ujar Kang Dedi.
Dia mengaku akan tetap membereskannya meski bukan kewajibannya.
4. Kang Dedi: Pemimpin yang Baik harus Pikirkan Rakyat
Di waktu yang berbeda, Kang Dedi Mulyadi kembali mengungkit kinerja Ambu Anne sebagai Bupati Purwakarta.
Menurutnya sebagai pemimpin seharusnya Ambu Anne sudah tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Menurutnya lebih baik memikirkan kepentingan rakyat.
Kang Dedi menjelaskan jika masalah rakyat kini harus menghadapi berbagai hal seperti mengalami kesusahan mulai dari PHK hingga masalah PSK yang menjadi pilihan perempuan muda untuk menyambung hidup.
"Itulah yang harus kita pikirkan. Karena pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya. Pemimpin itu ditugaskan memikirkan rakyat," kata Kang Dedi.
5. Dedi Mulyadi sindir Kekayaan Ambu Anne dari Fasilitas Negara
![Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika istri dedi Mulyadi [Antara]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/11/08/1-bupati-purwakarta-anne-ratna-mustika-antara.jpg)
Dedi Mulyadi sindir kekayaan Ambu Anne berupa fasilitas bupati dari negara yang didapatkannya dalam kanal Youtube KDM Channel.
Dia mengungkapkan jika soal jabatan buapti itu sudah mendapatkan fasilitas seperti kebutuhan rumah tangga yang ditanggung negara dan banyal lainnya.
"Kita ini aparat negara yang dibayar negara yang bertugas mengurus rakyat, dan rakyat itu kalau percaya sama kita karena diurus maka kita akan dipilih terus, kayak dulu saya jadi wakil bupati kerjanya keliling, terus nginep ke rumah warga, akhirnya warga percaya saya (terpilih) jadi bupati," ungkap Kang Dedi.
"Sekarang Neng Anne juga dapat manfaat bisa jadi bupati karena kepercayaan masyarakat waktu itu mungkin percayanya sama saya, karena saya baik sama mereka, kan dapat manfaat setelah dapat manfaat apa coba, dapat segala fasiltas dari negara, serba ada serba punya uang melimpah, kekayaan bertambah, rumahnya tambah banyak," jelasnya.
"Rumah kita berapa harganya, mahal, untuk itu saya tiap hari menyapa rakyat Purwakarta menanyakan makan apa tidak, menegur sekolah atau tidak, membereskan rumahnya. Sebetulnya saya mengambil alih dan membantu meringankan tugas siapa coba, ya meringankan pemimpinnya, meringankan tugas kepala desa, tugas camat, tugas bupatinya tugas gubernur tugas menterinya, dan meringankan tugas yang lainnya," lanjutnya.
Diketahui, dalam laporan harta kekayaan pejabat negara milik Anne Ratna per Desember 2021 hartanya adalah Rp10,1 miliar atau tepatnya Rp10.122.063.283.
6. Sindir Ambu Anne Lebih Patuh pada Guru Ngaji daripada Suami
Diketahui sebelumnya Ambu Anne berangkat umroh bersama guru ngajinya ke Tanah Suci. Belakangan informasi beredar jika Ambu Anne tak meminta izin terlebih dahulu pada Kang Dedi Mulyadi untuk berangkat umroh.
Hal ini membuat Dedi Mulyadi sebagai suami sah merasa kesal. Selain itu, Ambu Anne juga diduga berani menggugat cerai karena dorongan sang guru ngaji.
Dedi Mulyadi mengungkap kekesalannya sambil tersenyum di halaman gedung Pengadilan Agama Purwakarta usai jalani sidang pokok perkara, Rabu (16/11/2022).
"Saya sebenarnya menghadapi seorang istri yang baik. Menurut saya Embu (panggilan kepada istrinya) itu adalah istri yang baik."
"Tetapi Embu sayang keluarganya kemudian sangat hormat, dan patuh pada gurunya. Itu yang menjadi sesuatu barangkali kegelisahan dia antara ketaatan pada guru dan ketaatan pada suami," kata Dedi Mulyadi.(*)
Sumber: berbagai sumber