Dijelaskannya, tidak ada bagian tubuh yang disebut 'keperawanan'.
"Ini (perawan) adalah istilah yang dibangun secara sosial, tentang siapa yang harus menjaga keperawanan," kata dia.
Bagi wanita yang terjaga, kehilangan keperawanan adalah sebuah pelanggaran sosial dan agama.
Sehingga mereka akan menjaganya secara baik-baik, bahkan di beberapa kasus rela meninggal demi mempertahankan kesucian.
Kemudian dia menjelaskan jika selaput dara merupakan selaput tipis.
Bukan itu saja, selaput dara juga sangat elastis yang berada di permukaan vagina.
Nah robeknya selaput darah secara alami bukan berarti kehilangan keperawanan, lantaran bisa ditimbulkan dari banyak faktor.
Misalnya ketika selaput dara robek, akan timbul rasa sakit sembari keluar darah.
Jelasnya, ada kasus saat wanita pertama kali melakukan hubungan suami istri, selaput dara tidak pecah melainkan meregang sedikit.
Jelas dia, selaput dara bukanlah tanda keperawanan. Katanya, selaput dara cukup elastis dan rapuh untuk dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang intens. (*)