SuaraSoreang.id - Menjadi justice collaborator dan berperan membongkar skenario kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo, Richard Eliezer mendapat hukuman vonis yang ringan.
Kejujurannya selama persidangan membuatnya hanya mendapatkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, berbeda dengan Sambo yang divonis mati.
Lantas, untuk membuktikan kejujuran Bharada E yang membuatnya mendapatkan vonis hukuman paling ringan, ekspresi wajahnya pun diamati oleh pakar mikro ekspresi.
Dilansir dari kanal Youtube Poppy Amalya pada (16/2/2023), ahli membaca ekspresi wajah tersebut mencoba mengamati bagaimana ekspresi yang ditunjukkan Eliezer selama proses pembacaan vonis hukuman atas dirinya berlangsung.
Poppy mengatakan bahwa sejak memasuki ruang sidang, Bharada E tampak dengan tulus menyapa semua peserta sidang yang hadir untuk mendukungnya.
Ia pun menyoroti bagaimana Bharada E tampak gelisah, ada sorot ketakutan di wajahnya.
Menurut Poppy, hal ini wajar ditunjukkan oleh wajah Eliezer karena sebelumnya ancaman hukuman yang ia terima cukup jelas.
Ketika hakim membacakan lagi kronologi peristiwa pembunuhan Brigadir J, Bharada E terlihat menatap menerawang mencoba untuk mengingat kembali peristiwa tersebut secara kronologis di kepalanya.
Bharada E juga terlihat sangat tegang dan seolah butuh pertolongan saat pembacaan vonis hukuman untuknya.
Baca Juga: Divonis Mati, Pengacara Yosua Curiga Ferdy Sambo Tidak Akan Dieksekusi?
Berdasarkan fakta-fakta ekspresi wajah Bharada E yang ditunjukkan oleh Poppy, netizen menduga bahwa pria tersebut benar-benar telah berkata jujur dalam tiap kesaksiannya.
Berkat kejujuran ini pula Eliezer mendapat hukuman penjara yang lebih ringan daripada terdakwa lainnya.
(*)
Sumber: Youtube Poppy Amalya berjudul MENGAWAL KEJUJURAN !!! MEMBUAT DERAI AIR MATA MEMBANJIRI SIDANG ELIEZER / 16 Februari 2023.