SUARA SOREANG - Sikap seorang wanita tuai sorotan dan jadi viral karena menunjukkan tindakan luar biasa dengan memaafkan insiden di mana seorang pengemudi mobil pickup Thailand bertabrakan dengan mobil Rolls-Royce senilai 32 juta baht (sekitar Rp13,8 miliar) miliknya di jembatan jalan tol dekat Bangkok, Thailand.
Melansir laman thethaiger, kecelakaan tersebut terekam oleh kamera dasbor dari sebuah kendaraan yang sedang melintas dan dibagikan di akun Twitter Red Skull.
Dalam video tersebut, mobil pickup warna perunggu dengan keras menabrak bagian belakang mobil Rolls-Royce hitam.
Para penumpang pickup, terlihat cemas, sedang berbicara di telepon mereka, kemungkinan mencari saran tentang bagaimana melanjutkan tindakan.
“Pickup menabrak Rolls-Royce senilai 32 juta baht. Apakah asuransi mobil pickup akan mencakup biaya kerusakan? Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.40 di jalan tol menuju Bangkok.” cuit akun Red Skull.
Awalnya, akun Twitter Red Skull menyalahkan pengemudi pickup atas kecelakaan ini, dengan tuduhan mengikuti terlalu dekat dan akhirnya menyebabkan tabrakan.
Namun, pemilik Rolls-Royce, seorang wanita Tiongkok berusia 21 tahun, muncul untuk menjelaskan situasi ini.
Bertentangan dengan tuduhan tersebut, ia mengakui bahwa dirinya tiba-tiba berhenti, yang memicu kecelakaan.
Berdasarkan Pasal 40 Undang-Undang Lalu Lintas Darat, pengemudi diwajibkan menjaga jarak aman dari kendaraan di depan untuk mengantisipasi berhentinya mendadak.
Baca Juga: Kena Hoaks Meninggal Dunia, Diding Boneng Santai: Saya Ketawa Aja
Aturan ini dengan tegas menempatkan pengemudi pickup melanggar hukum, mengingat keadaan tersebut.
Luar biasanya, wanita Tiongkok ini memilih untuk tidak menyalahkan pengemudi pickup atas insiden ini dan menolak segala bentuk kompensasi untuk kerusakan pada mobilnya.
Namun, pengemudi pickup harus mengeluarkan biaya untuk memperbaiki bumper mobilnya yang rusak.
Beberapa netizen Thailand memuji kebaikan hati wanita Tiongkok ini, dengan mengungkapkan bahwa pengemudi pickup tersebut mendapat keberuntungan ganda.
Pertama, menghindari tuntutan kompensasi potensial yang bisa mencapai lebih dari 2 juta baht (sekitar Rp864.5 juta), belum termasuk biaya pengecatan dan perbaikan kecil.
Kedua, biaya signifikan untuk suku cadang Rolls-Royce.