Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 09 Februari 2026 | 12:39 WIB
Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan
Rieke Diah Pitaloka. [Instagram]
baca 10 detik
  • Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengkritik penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan pada rapat di Senayan, Senin (9/2/2026).
  • Rieke menyoroti ketidaksesuaian data peserta PBI yang mencapai 143,9 juta jiwa, mencerminkan lebih dari 50% penduduk Indonesia.
  • Ia merekomendasikan pemerintah segera reaktivasi 120 ribu peserta nonaktif dan membenahi ekosistem data di tingkat desa.

Suara.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyampaikan kritik keras terkait polemik penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Politisi PDIP yang akrab disapa Oneng ini menegaskan bahwa persoalan BPJS bukan sekadar masalah teknis statistik, melainkan persoalan keselamatan nyawa jutaan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Rieke dalam Rapat Konsultasi Lintas Komisi bersama Pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Rieke menyoroti ketidaksinkronan data antara jumlah peserta PBI yang ditanggung APBN dan APBD.

Ia memaparkan bahwa jika total peserta PBI APBN (sekitar 96,5 juta) dijumlahkan dengan peserta yang masih dibebankan pada APBD (sekitar 47,3 juta), maka total penerima bantuan iuran mencapai 143,9 juta jiwa.

"Jika total peserta PBI saat ini 143,9 juta, artinya dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, maka 50,31 persen penduduk Indonesia masuk kategori miskin atau tidak mampu. Apakah ini data yang faktual?" tanya Rieke dalam rapat.

Ia mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan, agar kebijakan pemerintah tidak lagi berbasis pada data statistik yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Rieke sempat mengenang perjuangan emosional saat merumuskan UU SJSN dan UU BPJS pada tahun 2011 silam.

Ia menekankan bahwa jaminan kesehatan lahir dari prinsip kegotongroyongan dan nirlaba yang diperjuangkan dengan sangat sulit.

baca juga

"Undang-undang ini lahir tidak dengan mudah, Bapak-Ibu. Bertahun-tahun kami perjuangkan. Sasaran utamanya jelas: fakir miskin, masyarakat tidak mampu, dan kelompok rentan," tegasnya.

Menanggapi polemik penonaktifan 120 ribu peserta berkategori penyakit katastropik, Rieke memberikan dua rekomendasi tegas kepada pemerintah:

Reaktivasi Segera: Rieke mendesak pemerintah segera mengaktifkan kembali 120.472 peserta yang dinonaktifkan. Menurut hitungannya, biaya yang dibutuhkan hanya sekitar Rp15,179 miliar untuk tiga bulan.

"Ini bukan uang saya, bukan uang kita, ini uang rakyat. Pak Menkeu pasti setuju karena anggarannya sebenarnya sudah dialokasikan, tinggal diturunkan," ujarnya.

Pembenahan Ekosistem Data Desa: Rieke meminta pendataan dimulai dari tingkat desa dan kelurahan agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Rieke juga mengapresiasi inisiasi DPR terkait RUU Satu Data Indonesia dalam Prolegnas Prioritas 2026.

"Ini bukan soal deretan angka atau PowerPoint. Keberhasilan kita adalah ketika anggaran itu tepat sasaran bagi rakyat. Kita percaya di balik angka dalam data negara, ada nasib dan nyawa jutaan rakyat yang dipertaruhkan," pungkas Rieke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB

Sebut Ada 'Kejutan' di Balik Kisruh BPJS PBI, Menkeu: Jangan Coret 11 Juta Peserta Sekaligus

Sebut Ada 'Kejutan' di Balik Kisruh BPJS PBI, Menkeu: Jangan Coret 11 Juta Peserta Sekaligus

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB

Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap

Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:29 WIB

Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya

Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:29 WIB

Ujian Berat Prabowo: PKB dan PAN 'Tes Ombak' Tanpa Gibran, Siapkah Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

Ujian Berat Prabowo: PKB dan PAN 'Tes Ombak' Tanpa Gibran, Siapkah Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×