Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB
Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menemui wartawan di kantornya, Kamis (5/2/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan perubahan data PBI JKN akibat distribusi bantuan tidak adil dan melenceng dari kemiskinan riil.
  • Pembaruan data didasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan DTSEN yang disusun bersama BPS dan Kemensos.
  • Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta PBI selama 2025, dengan sedikit yang melakukan reaktivasi subsidi.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan perubahan peta penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang belakangan jadi sorotan publik. Gus Ipul menerangkan bahwa perubahan daftar peserta BPJS PBI dilakukan karena adanya temuan ketimpangan distribusi bantuan yang selama ini dinilai tidak adil dan melenceng dari kondisi kemiskinan riil di daerah.

Gus Ipul menegaskan, pembaruan data berpijak pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang baru terbit pada bulan Februari. Instruksi itu juga menjadi landasan pembentukan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kemensos.

“DTSEN baru lahir dan belum sempurna, namun jika tidak diperbaiki, ketidakadilan justru akan terus terjadi. Karena selama ini ditengarai Bansos maupun subsidi sosial itu tidak tepat sasaran,” ucap Gus Ipul dalam rapat konsultasi pimpinan komisi DPR dengan pemerintah terkait jaminan sosial di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Data dari Dewan Ekonomi Nasional menunjukkan adanya penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran. Gus Ipul mencontohkan, pada penyaluran program keluarga harapan atau PKH dan Bantuan Sembako yang dilakukan melalui Kementerian Sosial ditengarai 45 persen tidak tepat sasaran.

“Maka selama satu tahun ini kami melakukan konsolidasi dengan BPS dan Pemerintah Daerah untuk menghadirkan suatu data yang lebih akurat, memenuhi kriteria, sehingga Bansos kita tepat sasaran,” imbuhnya.

Pembaruan data penerima bantuan itu kemudian turut berimplikasi terhadap BPJS PBI yang iurannya disubsidi pemerintah. Gus Ipul menerangkan kalau pemerintah mengalokasikan BPJS PBI untuk 98,8 juta jiwa dengan anggaran senilai 48 triliun 787 miliar 200 juta rupiah. Anggaran tersebut dicairkan setiap bulan kepada BPJS Kesehatan sebanyak Rp4 triliun lebih.

Gus Ipul menyebutkan kalau sejak 2025 telah dilakukan perbaikan data penerima BPJS PBI yang mengacu pada DTSEN. Ia mengklaim kalau penerima iuran subsidi BPJS itu kian tepat sasaran.

“secara bertahap perbaikan proporsi penerima PBI terhadap angka kemiskinan di daerah,” katanya.

Sepanjang 2025, Kemensos diketahui menonaktifkan sebanyak 13,5 juta peserta BPJS PBI. Kendati begitu pemerintah membuka kesempatan reaktivasi bagi masyarakat yang merasa masih berhak mendapatkan bantuan.

baca juga

Hasilnya, kata Gus Ipul, sepanjang 2025 hanya 87.591 yang melakukan reaktivasi. Sementara lainnya tetap melanjutkan BPJS sebagai peserta mandiri.

“Jadi artinya ini sebenarnya penonaktifan yang pas, yang tepat, sehingga dia mereka mampu membayar secara mandiri,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap

Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:29 WIB

Menkes Usul Reaktivasi Otomatis PBI BPJS untuk Pasien Katastropik

Menkes Usul Reaktivasi Otomatis PBI BPJS untuk Pasien Katastropik

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:14 WIB

Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian

Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian

News | Senin, 09 Februari 2026 | 10:58 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×