Suara.com - Ambisi Suwarti meraih medali emas di cabang olahraga tenis meja Asian Para Games 2018 terwujud. Bersama Mohamad Rian Prahasta, Suwarti menjadi kampiun di ganda campuran kelas TT 6-8 di Ecovention Ancol, Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Suwarti menyebut kemenangannya itu tidak lepas berkat 'kerja sama' dengan bayi yang dikandungnya saat ini.
Ya, perempuan berusia 31 tahun ini tengah berbadan dua, tepatnya hamil 4,5 bulan saat berlaga di Asian Para Games 2018.
"Selama pertandingan perut saya suka nyeri karena lari-lari, tapi untunglah kali ini bayi saya dapat kerja sama," ungkap Suwarti, dilansir dari Antara.
Suwarti mengatakan saat masa pelatihan dia tidak sadar kalau dirinya tengah hamil muda, bahkan saat test event (awal Juli) usia kandungannya ternyata sudah tiga minggu.
"Cuma saya sering mual-mual dan muntah-muntah saya kira hanya masuk angin," kata dia.
Setelah itu dia pulang kerumah dan melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif. Diapun lalu melakukan konsultasi ke pelatih dan MPC apakah dia melanjutkan pelatnas atau berhenti.
Pelatih menyarankan Suwarti untuk konsultasi ke dokter mengenai kondisi kehamilannya. Dokter menyatakan kandungan Suwarti dalam keadaan sehat dan boleh mengikuti pelatnas maupun pertandingan.
Sang suami pun mendukung keputusan Suwarti untuk lanjut mengikuti pelatnas meski sedang hamil anak kedua.
Pada trisemester awal dia sering mengalami muntah dan mual, tak jarang saat latihan dia datang telat.
"Karena sering mual saya sering datang telat, kadang-kadang saya datang saat latihannya sudah kelar. Kadang-kadang saya datang juga cuma tidur-tiduran karena enggak sanggup," kata dia.
Selama pertandingan, suaminya selalu menelepon untuk menanyakan kondisi Suwarti. Suaminya juga selalu mengingatkan Suwarti untuk meminum vitamin.
"Dia senang sekali, soalnya memang dinanti-nanti, jadi setiap saat dia nelepon saya untuk menanyakan kondisi saya," kata dia.
Menurut Suwarti, saat dia mengandung anak pertamanya juga bertepatan dengan ASEAN Para Games 2009. Namun, saat itu dia memilih tidak ikut pertandingan tersebut.
Suwarti menyatakan tidak masalah anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan atau laki-laki yang penting baginya anaknya tumbuh sehat.