Timnas Indonesia Wacanakan Naturalisasi, Kore White Jadi Favorit

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Timnas Indonesia Wacanakan Naturalisasi, Kore White Jadi Favorit
Pebasket anyar Pelita Jaya Basketball, Kore White, saat ditemui di salah satu hotel di kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (6/11/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Selain Kore White, Brian Williams juga jadi kandidat pemain naturalisasi yang diproyeksikan membela Timnas Indonesia.

Suara.com - Pelatih Timnas Basket Indonesia, Fictor Gideon Roring menyebut penggawa Pelita Jaya Basketball, Kore White menjadi pemain asing favorit untuk membela Indonesia. Dia pun berharap Kore bisa secepatnya dinaturalisasi.

Seperti diketahui, PERBASI selaku induk cabang olahraga basket Indonesia, tengah mencari pemain asing untuk memperkuat Timnas Indonesia. Itu dilakukan demi memperkuat tim jelang SEA Games 2019 dan FIBA Asia 2021.

Selain Kore White, pemain yang tampil apik di CLS Knight musim lalu, Brian Williams, juga disebut-sebut jadi kandidat pemain asing yang diproyeksikan untuk membela tim Merah Putih.

"Kore White seharusnya lebih mudah untuk dinaturalisasi. Karena dia kan main di sini (Indonesia Basketball League/IBL). Tapi saya belum tahu proses lanjutannya bagaimana," kata Ito, sapaan akrab Fictor Roring, saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/11/2018).

Selain melihat akses dan kedekatan pemain asing dengan atmosfer liga bola basket Indonesia, Ito juga menyebut usia dan kondisi fisik menjadi faktor lain dalam memilih kandidat pebasket asing untuk dinaturalisasi.

Pelatih Tim Nasional (Timnas) basket putra Indonesia, Fictor Gideon Roring saat menghadiri perayaan hari jadi Satria Muda Pertamina Jakarta ke-25 di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11/2018). [Dok. Satria Muda]
Pelatih Timnas basket putra Indonesia, Fictor Gideon Roring saat menghadiri perayaan hari jadi Satria Muda Pertamina Jakarta ke-25 di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11/2018). [Dok. Satria Muda]

Kore White sendiri secara usia lebih muda dari Brian Williams, yakni 28 berbanding 31 tahun. Namun, secara postur tubuh, Brian Williams jauh lebih tinggi dari Kore, yakni 207 berbanding 203 cm.

"Secara pribadi karena saya lebih sering bekerja dengan Kore White, ya pasti saya lebih memilih dia (sebagai pemain naturalisasi). Untuk Brian Williams kan belum sempat kita kerja sama," ujar Ito yang juga menjabat direktur teknik Pelita Jaya.

Kore White memang tak asing dengan seragam Timnas Indonesia. Saat Arki Dikania Wisnu dan kolega berlaga di turnamen Williams Jones Cup 2018 di Taiwan, Kore ikut membela Indonesia dengan status sebagai pemain asing.

Ito berharap proses naturalisasi penggawa asing bisa segera dipercepat. Menurut Ito, semakin cepat seorang pemain bergabung ke Timnas Indonesia, maka akan semakin mudah proses adaptasi dilakukan.

"Itu kan keputusan PERBASI, kalau saya di timnas sebagai pelatih maunya secepat mungkin, sebagus mungkin. Bukan hanya sekarang, tapi di Asian Games 2018 kemarin kalau bisa kita sudah naturalisasi, dapat yang besar dan jago. Tapi sayangnya kita enggak dapat," tukasnya.

Pemain anyar Pelita Jaya Basketball, Kore White (ketiga dari kiri/jersey oranye), bersama legiun asing lainnya saat menjalani laga unjuk kemampuan di GOR Remaja Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara, Senin (5/11/2018).
Pemain anyar Pelita Jaya Basketball, Kore White (ketiga dari kiri/jersey oranye), bersama legiun asing lainnya saat menjalani laga unjuk kemampuan di GOR Remaja Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara, Senin (5/11/2018).

Jika Kore White benar-benar berubah status menjadi warga negara Indonesia, persaingan memperebutkan satu slot pemain naturalisai dalam Timnas Indonesia dinilai bisa semakin sehat.

Jamarr Andre Johnson yang saat ini menjadi satu-satunya pemain naturalisasi di tim, akan mendapat pesaing yang sepadan. Sehingga mau tak mau harus meningkatkan kemampuan demi mengamankan posisi di Timnas Indonesia.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS