Fasilitas Dicabut PBSI, Bagaimana Nasib Wahyu ke Olimpiade 2020?

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Fasilitas Dicabut PBSI, Bagaimana Nasib Wahyu ke Olimpiade 2020?
Pasangan ganda putra Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira (kiri) dan Ade Yusuf Santoso, takluk dari kompatriotnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, di babak pertama China Open 2018, Selasa (19/9). [Humas PBSI]

Sempat disangka terdegradasi, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira nyatanya mendapat hukuman skorsing dari PBSI.

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda putra Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira tengah menjalani situasi sulit. Dia diskors PBSI usai dianggap melanggar larangan berpartisipasi di liga bulutangkis profesional.

Sebagaimana diketahui, PBSI mendapati nama Wahyu Nayaka muncul disalah satu liga bulutangkis profesional Malaysia.

Akibatnya, pebulutangkis 24 tahun itu terkena skors dan kehilangan haknya menggunakan seluruh fasilitas PBSI selama minimal enam bulan.

Meski masih diizinkan berlatih bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan, pencabutan Surat Keputusan (SK) PBSI membuat Wahyu harus menanggung segala fasilitas dan biaya mengikuti turnamen sendiri.

Lantas bagaimana peluang Wahyu untuk bisa bersaing memperebutkan satu tiket menuju Olimpiade 2020 Tokyo?

Pasalnya, partner Ade Yusuf Santoso itu harus mengeluarkan uang sendiri untuk tampil dalam turnamen pengumpul poin kualifikasi Olimpiade 2020 .

Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi menyayangkan terkait skorsing yang diterima Wahyu.

Untuk tetap bisa berada dalam persaingan menuju Olimpiade, Wahyu disebutnya mau tak mau untuk sementara waktu merogoh koceknya sendiri dalam mengikuti berbagai turnamen.

"Setelah ada kasus ini mau tidak mau Wahyu tetap harus mengeluarkan biaya sendiri. Akan tetapi, memang Wahyu ada kontrak, jika tidak salah dengan Li-Ning. Mungkin Wahyu bisa menggunakan uang kontrak itu untuk pembiayaan sementara," ujar Herry saat dihubungi wartawan, Rabu (16/1/2019).

Terkait berapa jumlah turnamen yang akan diikuti Wahyu selama masa skorsing, Herry menjelaskan akan terlebih dahulu membicarakannya denegan Wahyu.

Pebulutangkis asal Lombok itu kini tengah berada di Kuala Lumpur, mengikuti ajang Malaysia Masters 2019 .

"Ya harus nanti diomongin lagi dengan Wahyu. Bagaimana masalah pembiayaannya ini. Itu saja, tinggal masalah pembiayaan saja. Kalau Wahyu sudah pulang (dari Malaysia Masters 2019), kita cari solusi terbaik, mudah-mudahan ada jalan, titik temunya seperti apa," tukas Herry.

Sebagaimana diketahui, nama Wahyu Nayaka tak masuk dalam skuat Pelatnas 2019 yang diumumkan PBSI pada, Jumat (4/1/2019) lalu.

Sempat disangka terdegradasi, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira nyatanya mendapat hukuman skorsing dari PBSI.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS