Lika-liku Richard Mainaky, dari Debt Collector Jadi Pencetak Juara

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi | Suara.com

Senin, 18 Februari 2019 | 16:24 WIB
Lika-liku Richard Mainaky, dari Debt Collector Jadi Pencetak Juara
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Tak ada yang meragukan kehebatan tangan dingin seorang Richard Mainaky dalam mencetak para juara di sektor ganda campuran Indonesia.

Berbagai gelar bergengsi mulai dari All England hingga Olimpiade yang diraih para pasangan ganda campuran Indonesia merupakan buah gemblengan pria kelahiran Ternate, Maluku Utara ini.

Namun, siapa sangka Richard Mainaky sempat merasakan beragam lika-liku kehidupan.

Sebelum bertranformasi menjadi pelatih yang disegani dunia, kakak dari legenda bulutangkis Rexy Mainaky itu sempat berprofesi sebagai debt collector alias penagih hutang.

Semua berawal setelah Richard memutuskan pensiun sebagai pebulutangkis dan keluar dari Pelatnas PBSI pada 1994 silam.

Kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky [Humas PBSI]
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky [Humas PBSI]

Richard Mainaky yang memang kurang bersinar saat berkarier sebagai pemain, memilih menjadi pelatih di klubnya dulu, PB Tangkas.

Asyik berkarier sebagai pelatih, Richard kemudian mendapat tawaran dari sang paman yang saat itu berporfesi sebagai debt collector.

Awalnya dia hanya iseng. Namun, lama-kelaman Richard menikmati pekerjaan sampingannya itu.

"Saat itu ada waktu cukup banyak, jadi kebetulan om saya banyak yang kerja seperti debt collector, dari Maluku kan banyak memang ya," kata Richard Mainaky saat ditemui Suara.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/2/2019).

"Saya tak tahu juga kok menyenangkan ya (jadi debt collector). Saya ingin coba sekali-sekali. Jadi satu kali mencoba, pergi, saya disuruh nagih, berhasil. Kedua kali saya nagih lagi berhasil," Richard Mainaky menambahkan.

Perubahan Hidup

Sekitar tahun 1996, sebuah telepon telah mengubah jalan hidup Richard Mainaky. Panggilan telepon tersebut datang dari mantan pelatihnya di Pelatnas, Christian Hadinata.

Saat itu Richard Mainaky sedang mempertimbangkan tawaran untuk kembali menagih hutang. Kali ini dengan jumlah yang lebih wah.

Tapi, ajakan Christian Hadinata yang memintanya untuk bergabung kembali ke Pelatnas PBSI sebagai staf kepelatihan, membuatnya bimbang.

Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Posisinya yang saat itu baru menikah, membuat Richard memilih berdiskusi lebih dulu dengan sang istri, Meike Paruntu Mainaky.

"Lalu saat ada tawaran (untuk menagih hutang) lebih besar lagi, kebetulan Koh Chris—sapaan akrab Christian—juga menawarkan saya sebagai pelatih," ujar Richard.

"Saat ditelepon Koh Chris, dia bilang pikirkan (tawaran melatih ini) 2 hingga 3 hari. Waktu itu posisi saya baru menikah, saya berpikir bagaimana ya, lalu istri saya bilang, 'Lebih baik kamu melatih saja'. Ya sudah saya terima ajakan Koh Chris," ungkap Richard Mainaky.

Richard mengakui jika ajakan Christian Hadinata sangat berarti dalam hidupnya. Jika ajakan ke Pelatnas tak pernah datang, pria 54 thun itu tak yakin apakah dirinya bisa seperti sekarang.

"Jadi debt collector sebenarnya memang tidak bagus juga sih, tapi itu bumbu-bumbu hidup bagi saya," tutur Richard.

"Makanya saya pikir beruntung juga saya bisa ke sini (jadi pelatih di Pelatnas PBSI), dipanggil sama Koh Chris," tukas Richard Mainaky.

Buah Tangan Dingin

Ditahun pertamanya bergabung kembali ke Pelatnas PBSI pada 1997 silam, Richard Mainaky tak langsung diberikan jabatan pelatih.

Dirinya lebih dulu menjadi asisten pelatih Imelda Wiguna yang saat itu memegang dua sektor, ganda putri dan campuran.

Berselang dua tahun, barulah Richard diberi mandat penuh sebagai pelatih oleh Christian Hadinata, yang saat itu menjabat sebagai kepala sub bidang pembinaan PBSI.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. [AFP]

Hasilnya luar biasa, Richard Mainaky sukses membawa duet Tri Kusharjanto/Minarti Timur meraih medali perak Olimpiade 2000 Sydney.

Sejak saat itu yang kita tahu mengenai Richard Mainaky adalah sejarah. Ya, berkat tangan dinginnya, sektor ganda campuran terus-menerus membuahkan prestasi bagi Indonesia.

Setelah era keemasan Tri/Minarti berakhir, Richard Mainaky terus mengorbitkan pasangan ganda campuran hebat lainnya.

Sebut saja Nova Widianto/Liliyana Natsir yang meraih medali perak Olimpiade 2008 Beijing, serta Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sukses meraih tiga kali All England beruntun, Kejuaraan Dunia, serta medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028

Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028

Sport | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:25 WIB

12 Tahun Berkarier, Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI

12 Tahun Berkarier, Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI

Sport | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:29 WIB

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:06 WIB

Isyana/Rinjani Cetak Sejarah! Pertama Kali ke 8 Besar Turnamen BWF Super 500

Isyana/Rinjani Cetak Sejarah! Pertama Kali ke 8 Besar Turnamen BWF Super 500

Sport | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:52 WIB

Tak Ada Cara Lain Pemulihan Ekonomi: Tumbuhkan Trust dan Reschedule Utang

Tak Ada Cara Lain Pemulihan Ekonomi: Tumbuhkan Trust dan Reschedule Utang

Opini | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB

NOC Indonesia Tetapkan Dua Anggota Baru Usai Rapat Anggota Tahunan

NOC Indonesia Tetapkan Dua Anggota Baru Usai Rapat Anggota Tahunan

Sport | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:54 WIB

NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia

NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:46 WIB

Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!

Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!

Sport | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:41 WIB

PBSI Jangkau Akar Rumput: Gelar Festival SenengMinton 2026, Purwokerto Kota Pertama

PBSI Jangkau Akar Rumput: Gelar Festival SenengMinton 2026, Purwokerto Kota Pertama

Sport | Kamis, 30 April 2026 | 19:52 WIB

Terkini

Veda Ega Pratama Bertahan di Lima Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Seri Catalunya

Veda Ega Pratama Bertahan di Lima Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Seri Catalunya

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:17 WIB

Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya

Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:09 WIB

Juara Thailand Open 2026, Leo/Daniel Diingatkan soal Konsistensi

Juara Thailand Open 2026, Leo/Daniel Diingatkan soal Konsistensi

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:05 WIB

Klasemen MotoGP 2026: Berkah Penalti Catalunya, Marco Bezzecchi Makin Kokoh Tinggalkan Jorge Martin

Klasemen MotoGP 2026: Berkah Penalti Catalunya, Marco Bezzecchi Makin Kokoh Tinggalkan Jorge Martin

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 06:55 WIB

Johann Zarco Lolos dari Maut usai Kaki Terjepit Roda Motor Bagnaia di MotoGP Catalunya

Johann Zarco Lolos dari Maut usai Kaki Terjepit Roda Motor Bagnaia di MotoGP Catalunya

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 06:45 WIB

Horor MotoGP Catalunya 2026: Patah Tulang Leher, Alex Marquez Jalani Operasi Pasca Kecelakaan Parah

Horor MotoGP Catalunya 2026: Patah Tulang Leher, Alex Marquez Jalani Operasi Pasca Kecelakaan Parah

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 06:37 WIB

Hasil Moto3 Catalunya 2026: Start Posisi 20, Veda Ega Pratama Sukses Finis Kedelapan

Hasil Moto3 Catalunya 2026: Start Posisi 20, Veda Ega Pratama Sukses Finis Kedelapan

Sport | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:54 WIB

Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028

Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028

Sport | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:25 WIB

Hasil Thailand Open 2026: Leo/Daniel Juara Usai Taklukkan Unggulan Pertama

Hasil Thailand Open 2026: Leo/Daniel Juara Usai Taklukkan Unggulan Pertama

Sport | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:10 WIB