Cinta Mati Bulu Tangkis, Richard Mainaky Enggan Pikirkan Pensiun

Rabu, 20 Februari 2019 | 12:31 WIB
Cinta Mati Bulu Tangkis, Richard Mainaky Enggan Pikirkan Pensiun
Kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky [Humas PBSI]

Suara.com - Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, mengaku tak tahu kapan dirinya akan meninggalkan dunia bulu tangkis. Pelatih berusia 54 tahun itu menyebut sudah cinta mati dengan olah raga tepok bulu, hingga tak pernah berpikir untuk pensiun.

Richard Mainaky yang lahir di Ternate, Maluku Utara pada 23 Januari 1965, sudah terjun ke dunia bulutangkis sejak kecil. Darah pebulutangkis mengalir dari Sang Ayah, Jantje Rudolf Mainaky.

Meski mengaku sempat bercita-cita sebagai seorang tentara, Richard Mainaky kecil nyatanya serius menimba ilmu bulu tangkis dengan merantau ke Jakarta.

Dirinya menjadi pembuka jalan sekaligus panutan bagi adik-adiknya yang turut terjun di dunia bulutangkis yaitu Rionny Frederik Lambertus Mainaky, Rexy Ronald Mainaky, Marleve Mario Mainaky, serta Karel Leopold Mainaky.

Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky (kanan), memantau latihan anak didiknya. [AFP/Bay Ismoyo]
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky (kanan), memantau latihan anak didiknya. [AFP/Bay Ismoyo]

Saat itu Ichad (sapaan akrab Richard Mainaky), masuk ke PB 56 dan dilatih Darius Pongoh, ayah dari mantan pebulutangkis Lius Pongoh. Ketika PB 56 bubar, Richard Mainaky menimba ilmu di PB Tangkas hingga berhasil masuk ke pelatnas PBSI pada 1989.

Karier Richard Mainaky sebagai pemain nyatanya tak berjalan mulus. Sempat bergonta-ganti sektor dari tunggal putra, ganda putra, hingga ganda campuran, prestasi Ichad tak kunjung cemerlang.

Hingga pada akhirnya pelatih yang sempat mencicipi profesi sampingan sebagai debt collector ini memutuskan pensiun pada 1994 dan kembali ke PB Tangkas untuk melatih.

Dari situlah karier Richard Mainaky di dunia bulutangkis mulai menemui titik terang. Usai membawa anak didiknya beberapa kali menjuarai kompetisi tingkat nasional pada 1996, mantan pelatihnya di pelatnas, Christian Hadinata mengajak Ichad kembali ke Cipayung.

Laman berikut adalah keberhasilan Ichad mencetak pebulutangkis peraih gelar bergengsi di pentas Olimpiade.

Baca Juga: Tak Ada Korban Tewas dalam Ledakan di Mall Taman Anggrek

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI