Bila Gelar Olimpiade 2032, Persiapan Indonesia Jangan Grasak-Grusuk

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Bila Gelar Olimpiade 2032, Persiapan Indonesia Jangan Grasak-Grusuk
Defile Kontingen Indonesia saat upacara pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/10/2018). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Persiapan grasak-grusuk atau last minutes harus dihindari bila gelar Olimpiade 2032.

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, mendukung penuh usaha Indonesia yang tengah berjuang menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Jika berhasil, bisa menaikkan pamor Indonesia di mata dunia.

Meski mendukung, Susy Susanti mengimbau jika nantinya benar-benar terpilih, persiapan Indonesia menggelar mutli event terbesar di dunia itu harus sistematis. Kebiasaan merampungkan sesuatu di detik-detik terakhir juga harus dihindari.

"Kalau berhasil jadi tuan rumah (Olimpiade 2032), itu akan jadi keuntungan sekali bagi kita. Dari berbagai macam aspek seperti ekonomi, pariwisata, promosinya. Namun, kalau kita mengajukan sebagai tuan rumah, persiapannya tidak bisa grasak-grusuk," ujar Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Kamis (21/2/2019).

"Asian Games 2018 kemarin istilahnya kita memang berhasil.Akan tetapi harus belajar dari situ bahwa masih banyak kekurangan," imbuhnya.

Susy Susanti menjelaskan, jika Olimpiade merupakan multi event yang sangat berbeda dengan Asian Games. Banyak aspek harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan Indonesia, jika ingin benar-benar ingin menjadi tuan rumah yang sukses.

"Akan tetapi bagus (Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032). Sesuatu yang sangat berani dan optimis. Kita percaya diri," ujar Susy Susanti.

"Namun, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari, jangan last minute. Waktu itu (Asian Games 2018), last minute banget kita," tukas peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini.

Sebagaimana diketahui, penyerahan surat yang menyatakan keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, telah dilakukan oleh Dubes RI di Bern, Swiss, Muliaman D Hadad pada 11 Februari 2019.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan pemerintah juga tengah bersiap untuk membuat tim khusus yang bertugas meyakinkan negara-negara anggota Komita Olimpiade Internasional (IOC), agar mendukung Indonesia sebagai tuan rumah multievent terbesar empat tahunan itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS