Praveen Jordan Akui Sulit Tandingi Prestasi Owi / Butet

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Praveen Jordan Akui Sulit Tandingi Prestasi Owi / Butet
Pebulutangkis putri spesialis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, dan partnernya Tontowi Ahmad usai menjalani laga terakhir sebagai pasangan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). (Suara.com/Arief Apriadi)

Praveen yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti merasa tertantang mengikuti kiprah seniornya.

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan angkat bicara terkait kiprah seniornya, Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir. Menurutnya, sulit untuk menandingi prestasi keduanya yang resmi berpisah sebagai pasangan akhir Januari lalu.

Owi / Butet --sapaan akrab Tontowi/Liliyana-- resmi 'bercerai' usai menjalani laga final Indonesia Masters 2019. Liliyana Natsir yang sudah berusia 33 tahun memutuskan pensiun di momen tersebut.

Digadang-gadang sebagai penerus Owi / Butet, Praveen yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti, merasa tertantang.

Jika menyamai prestasi Owi / Butet akan sangat sulit, Praveen berharap dirinya dan Melati setidaknya bisa melanjutkan tongkat estafet di Olimpiade 2020 Tokyo.

Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, ditemui di Galeri Indonesia Kaya, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, ditemui di Galeri Indonesia Kaya, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Sebenarnya kalau ingin mengikuti Cik Butet dan Bang Owi, khususnya mengenai raihan gelar, itu sudah sulit," kata Praveen Jordan di Galeri Indonesia Kaya, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

"Tapi, paling tidak tongkat estafet kita itu di Olimpiade (2020). Apalagi sekrang Cik Butet sudah pensiun, ya jadi siapa lagi kalau bukan kita (sebagai penerusnya)," tukas Praveen.

Praveen / Melati saat ini menempati peringkat 15 dunia. Keduanya mampu tampil cukup baik di gelaran All Engaland 2019 dengan mencapai babak semifinal.

Langkah mereka terhenti ditangan ganda campuran China peringkat satu dunia, Zheng Siwei / Huang Yaqiong. Sempat memberi perlawanan sengit, keduanya harus kalah dengan skor 21-13, 20-22, 13-21.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS