Demi Olimpiade, Ganda Putri Dituntut Siap Capek

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Demi Olimpiade, Ganda Putri Dituntut Siap Capek
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu bersama pelatih mereka, Eng Hian (tengah), melaju ke semifinal Indonesia Masters 2019 usai mengalahkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand),di Istora Senayan, Jakarta, Jum'at (26/1). [Suara.com/Arief Apriadi]

Ganda putri bakal turun di banyak turnamen demi mendongkrak peringkat dunia

Suara.com - Pelatih sektor ganda putri pelatnas PBSI, Eng Hian menuntut anak latihnya siap capek dan tahan banting jelang Olimpiade 2020 Tokyo. Pasalnya, Rizki Amelia Pradipta dan kawan-kawan bakal turun di banyak turnamen demi mendongkrak peringkat dunia.

Sebagai gambaran, pasangan Ni Ketut Mahadewi Istarani / Rizki Amelia Pradipta baru saja mengikuti empat turnamen beruntun, antara lain di Yong Yun Kai Cup, India Open, Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

Eng Hian menjelaskan jika padatnya turnamen yang harus dijalani skuat ganda putri merupakan konsekuensi dari performa mereka yang hingga kini masih terbilang angin-anginan.

Tercatat, hanya Greysia Polii / Apriyani Rahayu yang mampu tampil lebih baik dengan sudah mengantongi gelar juara di turnamen India Open 2019 yang berlangsung 26-31 Maret 2019.

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke babak kedua Malaysia Open 2019 usai menang mudah atas wakil AS, Ariel Lee/Sydney Lee, Rabu (3/4/2019). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke babak kedua Malaysia Open 2019 usai menang mudah atas wakil AS, Ariel Lee/Sydney Lee, Rabu (3/4/2019). [Humas PBSI]

"Memang capek. Semua juga capek, apalagi buat Rizki / Ketut yang saya tuntut untuk menunjukkan performance di turnamen yang agak banyak karena ada alasannya, mau kejar rangking untuk Olimpiade. Dari awal sudah komitmen dan ada konsekuensi," ujar Eng Hian dalam rilis yang diterima Suara.com, Senin (15/4/2019).

Eng Hian sendiri bakal mencoba kembali menduetkan pasangan sudah cukup lama "dicerai" yakni, Della Destiara Haris / Rizki Amelia Pradipta. Keduanya akan berduet di turnamen Badminton Asia Championships (BAC) 2019 (23-28 April 2019) dan New Zaeland Open 2019 (30 April hingga 5 Mei 2019).

Menurut Eng Hian, skuat asuhannya memang harus bekerja keras jika ingin meloloskan maksimal dua pasangan ke Olimpiade 2020. Karena itu, para pemain diminta untuk menggali potensi dan mengesampingkan rasa lelah.

"Namanya jenuh ya pasti jenuh, kalau mereka berpikir untuk mengejar prestasi, seharusnya tidak ada jenuhnya," tutur Eng Hian.

Pasangan ganda putri, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, turut menyumbang poin bagi Indonesia atas Sri Lanka dalam babak penyisihan Grup C Tong Yun Kai Cup 2019, Selasa (19/3). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putri, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, turut menyumbang poin bagi Indonesia atas Sri Lanka dalam babak penyisihan Grup C Tong Yun Kai Cup 2019, Selasa (19/3). [Humas PBSI]

"Ini yang masih terus saya gali, Rizki terutama, waktu sama Della juga naik turun, sama Ketut pun begitu, masih naik-turun. Kalau lagi bagus bisa bagus sekali, kalau turun, turun sekali," pungkasnya.

Saat ini, Della / Rizki yang sejatinya sudah berpisah sejak akhir 2018 lalu, menduduki peringkat 16 dunia. Itu merupakan peringkat skuat ganda putri PBSI terbaik setelah Greysia Polii / Apriyani Rahayu yang menempati peringkat lima dunia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS