Sabet Satu Emas di Kejuaraan Dunia, Panjat Tebing Harus Kerja Keras

RR Ukirsari Manggalani, Arief Apriadi

Minggu, 28 April 2019 | 13:45 WIB
Sabet Satu Emas di Kejuaraan Dunia, Panjat Tebing Harus Kerja Keras
Atlet timnas panjat tebing Indonesia, Alfian M. Fajri (keempat dari kiri atas) sukses menyabet medali emas di nomor Men's Speed record saat turun di kejuaraan dunia IFSC World Cup di Chongqing, China, yang berlangsung pada 26-28 April 2019. [Dok. FPTI]

Suara.com - Indonesia punya prestasi memiliki prestasi mentereng dalam olahraga panjat tebing, khususnya di nomor Men's Speed dan Women's Speed Record. Hal itu pun kembali dibuktikan skuat Merah Putih saat turun di kejuaraan dunia IFSC World Cup di Chongqing, China.

Pada turnamen yang berlangsung pada 26-28 April 2019 itu, Indonesia berhasil merebut satu medali emas melalui atlet timnas Alfian M. Fajri. Ia menjadi yang tercepat di nomor Men's Speed setelah menorehkan waktu 5,961 detik.

Atlet asal Solo, Jawa Tengah ini berhasil mengalahkan pemanjat Ukraina, Kostyantyn Pavlenko, dan pemanjat Rusia, Sergey Rukin yang masing-masing harus puas meraih medali perak dan perunggu.

Bagi Alfian M. Fajri, ini merupakan medali emas pertamanya di IFSC World Cup. Sebelumnya Alfian meraih medali emas di Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, pada November 2018.

Meski di nomor Men's Speed masih terus mempersembahkan prestasi, pelatih tim nasional (Timnas) panjat tebing, Hendra Basyir kurang puas dengan performa skuat Indonesia secara keseluruhan.

Sebab, pada Olimpiade 2020, panjat tebing hanya akan memainkan nomor combine, yang artinya para wakil Indonesia juga harus berlatih dan meningkatkan kemampuannya di dua nomor lainnya yakni lead dan boulder.

"Memang secara hasil, kita Alhamdulillah bisa juara dunia kali ini untuk putranya. Cuma secara overall performa kami belum maksimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, cabang olah raga panjat tebing hanya akan memainkan dua nomor yakni combine putra dan combine putri. Keputusan itu bukan tanpa alasan, mengingat cabang olah raga alias cabor panjat tebing hanya mendapat jatah dua slot nomor.

Combine sendiri adalah nomor baru di olah raga panjat tebing yang sengaja diciptakan khusus untuk Olimpiade 2020 Tokyo. Nomor itu akan mempertandingkan tiga disiplin yang memiliki perbedaan karakter yakni speed, lead dan boulder.

baca juga

Artinya, masing-masing atlet harus memainkan ketiga nomor itu. Dan untuk meraih juara, para atlet harus menjadi yang terbaik di speed, lead, maupun boulder.

Federasi Panjat Ttebing Indonesia (FPTI) sendiri mengakui kondisi itu tak mudah bagi Indonesia yang terkenal hanya kuat di nomor speed. Namun, Ketua Umum FPTI, Faisol Riza optimistis skuat Merah Putih bisa segera mengejar ketertinggalan dalam nomor disiplin lead dan boulder.

"Ini awal bagus bagi timnas. Dan saya percaya pelatih punya strategi agar kami juga bisa bagus di nomor boulder dan lead,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panjat Tebing Jadi Olahraga Kaum Urban, Yuk Intip Komunitas Indo Climb

Panjat Tebing Jadi Olahraga Kaum Urban, Yuk Intip Komunitas Indo Climb

Lifestyle | Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:00 WIB

Gempa Donggala, Atlet Panjat Tebing Aspar Cemas Kondisi Orang Tua

Gempa Donggala, Atlet Panjat Tebing Aspar Cemas Kondisi Orang Tua

Sport | Sabtu, 29 September 2018 | 12:29 WIB

Sumbang Tiga Emas bagi Indonesia, Panjat Tebing Lampaui Target

Sumbang Tiga Emas bagi Indonesia, Panjat Tebing Lampaui Target

Sport | Senin, 27 Agustus 2018 | 22:36 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×