Jadi Andalan di Indonesia Open 2019, Tunggal Putra Tak Anggap Beban

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Jadi Andalan di Indonesia Open 2019, Tunggal Putra Tak Anggap Beban
Pelatih Tunggal Putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra, memeluk anak didinya, Anthony Sinisuka Ginting, yang memenangi laga di China Open 2018. [Humas PBSI]

"Jadi tergantung itu anak, kalau saya tidak terbeban," ujar Hendry, pelatih tunggal putra PBSI.

Suara.com - Penampilan apik di Australia Open 2019 membuat PBSI menjadikan sektor tunggal putra jadi salah satu andalan di gelaran Indonesia Open 2019. Hendry Saputra, selaku pelatih, tak merasa terbebani dengan hal itu.

Melalui Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, sektor tunggal putra Indonesia sukses mendominasi gelaran Australia Open 2019 dengan menciptakan All Indonesian Final.

Jonatan Christie keluar sebagai juara setelah menekuk Anthony dengan skor 21-17, 13-21, dan 21-14 di Quaycentre, Sydney, Minggu (9/6/2019).

"Jadi tergantung itu anak, kalau saya tidak terbeban," ujar Hendry saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

"Tapi dengan persiapan dan latihan yang cukup, serta evaluasi yang tepat, coba ada peningkatan standar kualitas, mestinya mereka lebih percaya diri," sambungnya.

Dua penggawa Tim Indonesia di Sudirman Cup 2019, Jonatan Christie (kiri) dan Anthony Sinisuka Ginting, berlatih jelang melawan Denmark di laga kedua penyisihan Grup 1B Sudirman Cup 2019, Senin (20/5). Laga Indonesia vs Denmark akan berlangsung pada, Rabu (22/5). [Humas PBSI]
Dua penggawa Tim Indonesia di Sudirman Cup 2019, Jonatan Christie (kiri) dan Anthony Sinisuka Ginting, berlatih jelang melawan Denmark di laga kedua penyisihan Grup 1B Sudirman Cup 2019, Senin (20/5). Laga Indonesia vs Denmark akan berlangsung pada, Rabu (22/5). [Humas PBSI]

Indonesia Open 2019 bisa dibilang bakal jadi tantangan besar bagi Anthony, Jonatan, maupun wakil tunggal putra Merah Putih lainnya.

Sebab, diibanding Australia Open 2019, turnamen yang kali pertama bergulir pada 1982 itu tergolong punya level yang jauh lebih tinggi.

Indonesia Open 2019 merupakan satu dari tiga turnamen BWF World Tour dengan level Super 1000. Hanya China Open dan All England yang mampu menyamainya.

Tak ayal fakta tersebut membuat para pebulutangkis top dunia dipastikan bakal meramaikan Indonesia Open 2019.

Terlebih, turnamen berhadiah 1,25 juta dolar AS (sekitar Rp 17,7 miliar) itu juga turut menjadi ajang pengumpul poin kualifikasi menuju Olimpiade 2020.

Hendry tak menampik persaingan di Indonesia Open 2019 akan jauh lebih sulit dari Australia Open.

Namun, melihat capaian anak latihnya dalam beberapa turnamen terakhir, pelatih jebolan PB Tangkas itu yakin Jonatan cs bisa bersaing.

"Lawannya juga kan tidak aneh-aneh, sudah ada track record, itu yang coba kita pelajari dari keadaan ini. Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga minggu ini, ada lebih percaya diri, ada peningkatan, supaya main lebih bagus," pungkasnya.

Indonesia Open 2019 akan bergulir di Istora Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juli mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS