Tok...Tok...Tok...! Resmi, Cabor PON 2020 Papua Dikurangi

Rizki Nurmansyah, Arief Apriadi

Kamis, 29 Agustus 2019 | 19:35 WIB
Sesmenpora Gatot S. Dewa Boroto ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua resmi dikurangi. Semula PON 2020 rencananya akan mempertandingkan 47 cabor.

Kini, PON 2020 Papua maksimal mempertandingkan 37 cabor. Keterbatasan waktu persiapan jadi dasar pengambilan keputusan tersebut.

Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan topik "Persiapan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional dan Peparnas Tahun 2020 di Provinsi Papua" pada, Senin (26/8/2019) lalu.

"Dari arahan Presiden Jokowi kita tahu cabor yang akan dipertandingkan maksimal 37 dari semula 47," terang Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

"Kemarin kami sudah mengkristal (cabor mana yang akan dipertandingkan) kepada cabor terkait. Tapi saya belum bisa menyebutkan cabor-cabornya apa saja," sambungnya.

Gatot menjelaskan bila pihak Kemenpora, KONI dan PON 2020 Papua memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih cabor-cabor yang akan dipertandingkan pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 nanti.

"Kami buat matriks. Lajur pertama itu nomor, yang kedua cabor yang ada apa saja dari 47 itu. Lalu ada lajur cabor berbasis Olimpiade berjumlah 32," beber Gatot.

"Lajur tiga mana yang sudah Pra-PON. Berikutnya adalah ketersediaan venue. Apakah sudah ada? Lagi dibangun atau belum?"

"Yang berikutnya sudah bukan rahasia lagi soal PON, tuan rumah pasti punya keinginan dapat medali emas sebanyak-banyaknya. Disitu ada kolom terkait cabor unggulan Papua," sambungnya.

baca juga

Lebih jauh, Gatot menyebut keputusan final terkait cabor mana saja yang resmi dipertandingkan masih belum bisa diumumkan.

Pasalnya, Plt Kadispora Papua, Alexander K.Y. Kapisa akan lebih dulu melaporkan hasil rapat tersebut kepada Gubernur Papua Lukas Enembe.

Keputusan gubernur Papua diharapkan sudah rampung paling lambat hari, Senin (2/9/2019).

Setelah itu, Kemenpora melalui Menpora Imam Nahrawi akan melaporkan secara resmi keputusan pengurangan cabor PON 2020 Papua kepada Presiden Jokowi.

"Kita harapkan, hari ini beliau akan bertemu dengan Pak Gubernur (Lukas Enembe), paling lambat hari Senin, dan dilaporkan ke kami lagi. Kemudian nanti Menteri (Imam Nahrawi) akan secara resmi kirim ke Presiden," jelas Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: PON 2020 Momen Perayaan Keberagaman di Indonesia

Jokowi: PON 2020 Momen Perayaan Keberagaman di Indonesia

Sport | Selasa, 27 Agustus 2019 | 03:00 WIB

Menpora: Kendala PON 2020 Tak Ada Hubungannya dengan Kerusuhan Papua

Menpora: Kendala PON 2020 Tak Ada Hubungannya dengan Kerusuhan Papua

Sport | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 23:11 WIB

Tanggal Perhelatan PON 2020 Papua Belum Final, Menpora Akan Temui Jokowi

Tanggal Perhelatan PON 2020 Papua Belum Final, Menpora Akan Temui Jokowi

Sport | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 16:04 WIB

Penyelenggaraan PON 2020 di Papua Kembali Diundur?

Penyelenggaraan PON 2020 di Papua Kembali Diundur?

Sport | Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:30 WIB

Gubernur Jabar Pimpin Apel Besar Kontingen PON 2020 Papua

Gubernur Jabar Pimpin Apel Besar Kontingen PON 2020 Papua

Sport | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:43 WIB

Sebanyak 30 Atlet DIY Lolos PON 2020 Papua

Sebanyak 30 Atlet DIY Lolos PON 2020 Papua

Sport | Selasa, 30 Juli 2019 | 14:25 WIB

Terkini

Tol Lematang-Panjang Bakal Jadi Jalur Urat Nadi Industri dan Ekspor Lampung

Tol Lematang-Panjang Bakal Jadi Jalur Urat Nadi Industri dan Ekspor Lampung

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:55 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:54 WIB

30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!

30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!

Bekaci | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Pagi Mencekam di Pakuwon City Surabaya: Ledakan Hebat Hancurkan Ruko dan Mobil, 5 Orang Terluka

Pagi Mencekam di Pakuwon City Surabaya: Ledakan Hebat Hancurkan Ruko dan Mobil, 5 Orang Terluka

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?

Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?

Bali | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Setelah Cabai, Harga Bawang Merah Juga Mulai Naik

Setelah Cabai, Harga Bawang Merah Juga Mulai Naik

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Pintu dan Pagar Terkunci, 2 Pemuda Tewas Terjebak Kebakaran di Matraman

Pintu dan Pagar Terkunci, 2 Pemuda Tewas Terjebak Kebakaran di Matraman

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:42 WIB

7 Cara Mengusir Semut Hitam di Rumah agar Tidak Datang Lagi

7 Cara Mengusir Semut Hitam di Rumah agar Tidak Datang Lagi

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.911

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.911

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Lahan Kering Gunungkidul Disulap Jadi Hutan Pangan

Lahan Kering Gunungkidul Disulap Jadi Hutan Pangan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:38 WIB

×