SEA Games 2019: Jojo Berharap Tuah Spesialis Multievent

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
SEA Games 2019: Jojo Berharap Tuah Spesialis Multievent
Selebrasi Jonatan Christie usai memenangi final tunggal putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). [AFP/Sonny Tumbelaka]

Jojo sangat berambisi merengkuh medali emas baik di nomor perorangan maupun beregu putra SEA Games 2019.

Suara.com - Jonatan Christie memang belum cukup bertaji di gelaran single event seperti BWF World Tour. Namun, tak demikian bila bermain di ajang multievent seperti SEA Games.

Tercatat, Jonatan telah merengkuh gelar juara di di dua multievent berbeda, yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Pada SEA Games 2017, pria yang akrab disapa Jojo ini sukses menyumbang medali emas nomor perorangan, setelah menekuk wakil Thailand, Khosit Phetpradab di partai final.

Dia berhasil mengawinkan medali emas SEA Games 2017 setelah membawa tim beregu putra Indonesia mengalahkan Malaysia di partai puncak.

Saat itu, Jojo menyumbangkan satu poin dari kemenangan 3-0 yang diraih tim Merah Putih. Ia menekuk Iskandar Zulkarnain Zainuddin dengan skor 21-18 dan 21-17.

Atlet bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas bulu tangkis beregu putra SEA Games XXIX Kuala Lumpur, di Axiata Arena, Kompleks Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/8).
Atlet bulutangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas bulu tangkis beregu putra SEA Games 2017 Kuala Lumpur, di Axiata Arena, Kompleks Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/8).

Sementara di Asian Games 2018, Jojo merebut medali emas nomor perorangan setelah tampil cemerlang sejak awal babak.

Atlet jebolan klub PB Tangkas itu mengalahkan wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen dengan skor 21-18, 20-22, dan 21-15 di Istora Senayan, Jakarta.

Hal itulah yang diharapkan Jojo bisa kembali terulang di SEA Games 2019.

"Pertama, yang namanya berkat itu tak bisa kita pilih-pilih juga, itu sudah dikasih. Tapi siapa yang tak mau juara BWF World Tour (Super 500 ke atas), siapa juga yang tak mau juara multievent," ujar Jojo saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019).

"Lee Chong Wei (eks pebulutangkis nomor satu dunia—red) juga kalau ditanya mungkin ingin juara multievent. Lalau Superseries—sekarang BWF World Tour—dia sudah bosan, tapi ya memang belum rezeki," sambungnya.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Merujuk peringkat BWF, Jojo memiliki kans besar meraih medali emas SEA Games 2019.

Pebulutangkis kelahiran Jakarta itu kini duduk diperingkat enam dunia dan menjadi tunggal putra terbaik di antara wakil-wakil negara Asia Tenggara lainnya.

Jojo sendiri sangat berambisi untuk bisa merengkuh medali emas baik di nomor perorangan maupun beregu putra.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, meraih medali emas SEA Games 2017 di Malaysia. [AFP/Adek Berry]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo, meraih medali emas SEA Games 2017 di Malaysia. [AFP/Adek Berry]

Namun, ia mengembalikan semua keputusan kepada PBSI, apakah hanya akan turun di salah satu nomor atau keduanya.

"Ulangi juara ya iya seperti itu. Tapi saya belum tahu juga apakah main beregu saja atau perorangan," ujarnya.

"Kalau beregu kita target juara, pertahankan gelar. Untuk individual saya tak bisa jawab karena belum tahu main atau tidak. Jadi itu saya serahkan pada PBSI kalau saya diturunkan di perorangan ya harus siap," pungkas Jojo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS