Suara.com - Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, tak ingin lagi memperpanjang kasus indisipliner yang dilakukan salah satu anak didiknya, Praveen Jordan.
Richard menganggap kasus mangkir latihan yang dilakukan Praveen pada, Senin (7/10/2019) pagi, lalu telah selesai.
Pelatih asal Ternate, Maluku itu ingin fokus mempersiapkan Praveen cs untuk menghadapi dua turnamen bulutangkis Eropa: Denmark Open dan French Open 2019.
Di dua tur Eropa tersebut Praveen yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti diminta minimal melaju hingga babak semifinal.
Hal itu menyusul besarnya poin yang bisa direngkuh di dua turnamen itu lantaran masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 750.
"Kita tak muluk-muluk dulu, target minimal semifinal," ujar Asisten Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Nova Widianto saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019).

Menurut Nova, target semifinal cukup masuk akal bagi Praveen/Melati yang dalam beberapa turnamen terakhir tampil kurang stabil.
Pada dua tur Asia yang berlangsung pertengahan September lalu, hasil terbaik keduanya hanyalah perempat final di Korea Open 2019.
"Praveen/Melati kan menjadi unggulan, tapi saat menjadi unggulan, mereka justru tak pernah masuk semifinal," tutur Nova.
"Sebelum menjadi unggulan, mereka beberapa kali masuk semifinal dan bahkan final. Jadi di Denmark dan Prancis ini minimal mereka bisa masuk semifinal, karena poinnya besar," jelasnya.
![Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, terhenti di babak pertama China Open 2019 usai kalah dari wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa, Selasa (17/9). [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/17/61552-praveen-jordanmelati-daeva-oktavianti.jpg)
Denmark Open 2019 akan berlangsung di Odense Sportspark, pada 15-20 Oktober mendatang.
Sementara French Open 2019 berlangsung 22-27 Oktober di Stade Pierre De Coubertin, Paris.