MotoGP Malaysia, Kesempatan Terakhir Rossi Pecundangi Marquez Musim Ini

Rauhanda Riyantama, Praba Mustika

Sabtu, 02 November 2019 | 20:30 WIB
MotoGP Malaysia, Kesempatan Terakhir Rossi Pecundangi Marquez Musim Ini
Pebalap veteran Yamaha, Valentino Rossi, tengah berbincang dengan kru timnya sesaat sebelum balapan MotoGP Australia di Phillip Island dimulai, Minggu (20/10/2019). [AFP/Peter Parks]

Suara.com - Tinggal dua seri balapan MotoGP yang sudah tidak mempertaruhkan apapun. Tapi mungkin bagi Valentino Rossi, balapan MotoGP Malaysia pada Minggu (3/11/2019) bisa jadi kesempatan apik untuk mempecundangi Marc Marquez.

Di sirkuit Sepang, The Doctor punya catatan cukup bagus, atau bahkan sangat bagus. Total, pembalap gaek itu sudah menang tujuh kali di Sepang.

Kemenangan pertama Valentino Rossi terjadi pada 1997 di kelas 125 cc, lalu satu kali di tahun 2001 di kelas 500 cc.

Sementara di kelas MotoGP, Rossi sukses menjadi juara di Sepang pada 2003, 2004, 2006, 2008 dan terakhir 2010.

Ya, memang sudah hampir sembilan tahun Valentino Rossi tidak memenangi balapan di MotoGP Malaysia, tapi bukan Marc Marquez juga yang sering memenangi MotoGP selama Rossi 'puasa'.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, berada di depan rider Yamaha, Valentino Rossi, pada balapan MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu (15/7/2018). [AFP/Robert Michael]
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, berada di depan rider Yamaha, Valentino Rossi, pada balapan MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu (15/7/2018). [AFP/Robert Michael]

Sang juara dunia Marc Marquez bahkan baru menang dua kali di Sepang masing-masing pada 2014 dan 2018.

MotoGP Malaysia 2011 tidak ada balapan MotoGP di Sepang. Tahun 2012, 2013 dan 2015 Dani Pedrosa sukses raih kemenangan di Sepang.

Sementara 2016 dan 2017 Andrea Dovizioso berhasil menaklukan sirkuit Sepang.

Trio Yamaha di Kualifikasi

baca juga

Fabio Quartarao, Maverick Vinales dan Franco Morbidelli sukses merai posisi satu, dua dan tiga di sesi kualifikasi. Faktanya, ketiganya adalah pembalap Yamaha.

Tapi fakta menarik lainnya, meski Valentino Rossi adalah pembalap yang paling banyak menang di Sepang, tapi bukan Yamaha lah, pabrikan yang menguasai Sepang.

Honda adalah pabrikan yang paling sering menang di sirkuit Sepang dengan 32 kali kemenangan, kombinasi dari berbagai kelas.

Di bawahnya, dengan 19 kemenangan ada pabrikan Aprilia yang sukses di kelas 250 cc dan kelas 125 cc.

Yamaha sementara itu baru berhasil meraih delapan kali kemenangan dan itu pun berkat tangan dingin Valentino Rossi.

Tantangan Untuk yang Berpengalaman

Mengutip dari MotoMatters, sirkuit Sepang punya tingkat kesulitan yang bahkan merepotkan pembalap berpengalaman.

Fokusnya adalah layout sirkuti dengan dua lintasan panjang dari tikungan lambat. Artinya motor harus mampu berakselerasi dengan sangat cepat untuk segera meraih top speed.

Secara keseluruhan, sirkuit Sepang membuka kesempatan untuk setiap pembalap. Baik Honda, Yamaha maupun Ducati, semua tergantung dari kepiawaian pembalap dan setting motor yang tepat.

Marc Marquez mungkin sudah nothing to lose di balap MotoGP Sepang. Sudah juara dunia, tak ada lagi pertaruhan pribadi. Atau mungkin tak ingin dipecundangi Valentino Rossi bisa jadi motivasi?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warganet Beberkan Mengapa Honda Vario Laku Keras, Ajang MotoGP Jadi Bukti

Warganet Beberkan Mengapa Honda Vario Laku Keras, Ajang MotoGP Jadi Bukti

Otomotif | Sabtu, 02 November 2019 | 16:10 WIB

Beli Motor Baru, Pria Ini Ceritakan Alasannya yang Bikin Berlinang Air Mata

Beli Motor Baru, Pria Ini Ceritakan Alasannya yang Bikin Berlinang Air Mata

Otomotif | Sabtu, 02 November 2019 | 14:35 WIB

Top 5 Olahraga: Sosok Paling Ditakuti Praveen, Klitschko Turun Gunung

Top 5 Olahraga: Sosok Paling Ditakuti Praveen, Klitschko Turun Gunung

Sport | Sabtu, 02 November 2019 | 07:10 WIB

5 Berita Olahraga Pilihan: Valentino Rossi Bersiap Ucapkan Ciao

5 Berita Olahraga Pilihan: Valentino Rossi Bersiap Ucapkan Ciao

Sport | Jum'at, 01 November 2019 | 21:05 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×