Kekuatan Emas Dalam Kelembutan Medina Warda Aulia

Rizki Nurmansyah

Selasa, 10 Desember 2019 | 13:01 WIB
Kekuatan Emas Dalam Kelembutan Medina Warda Aulia
Atlet catur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia, meraih medali emas SEA Games 2019. [Instagram/medinawarda]

Pada usia 10 tahun, ia membuat para pengamat catur dunia terkagum-kagum saat ia menjadi juara pelajar dunia di Singapura pada 2008.

Peter Long, Kolumnis catur dari Chessdom.com, pun sangat mengakui kehebatan bakat yang dimiliki Medina ketika itu.

"Saya ingat pertama kali melihat dia bermain di kejuaraan pelajar dunia. Ya Madina memiliki bakat super. Terkadang ia memang tidak konsisten, tapi ketika ia lagi bermain bagus, permainannya sungguh indah untuk dinikmati," kata Peter Long memuji.

Boneka Barbie

Sebelum mengenal catur, Medina Warda Aulia sama seperti bocah perempuan lain yang sangat menyukai boneka. Boneka kesukaannya adalah si cantik Barbie.

Namun siapa sangka justru dari cerita seputar boneka simbol kemolekan raga sempurna wanita itu, Medina cilik memiliki ketertarikan pada dunia catur.

"Waktu kecil, saya sering bermain dengan boneka Barbie dan selalu membaca ceritanya di Istana, dengan Raja dan Ratu. Kemudian saya tertarik dengan permainan catur karena memiliki persamaan karakter dengan cerita dunia abad pertengahan itu," ungkap dara kelahiran 7 Juli 1997.

Melalui sang ayah, Nur Muchlisin, yang memiliki hobi main catur, imajinasi Medina tentang kehidupan istana barbie menemukan titik temu dengan buah-buah catur yang juga menyimbolkan karakter tokoh-tokoh kerajaan di Eropa.

Momen itu terjadi ketika ia duduk di kelas tiga sekolah dasar.

baca juga

Ketika itu, catur menjadi bahan pembicaraan di keluarganya saat sang ayah menjadi juara di turnamen tingkat perusahaan tempat ayahnya bekerja.

Berbekal imajinasinya tentang istana barbie, Medina pun mulai tertarik melihat ayahnya saat sedang berlatih catur.

"Ayah kemudian menawarkan untuk belajar catur. Waktu itu sekitar sembilan tahun. Kelas tiga," kata Medina yang saat itu bersekolah di SDN Teluk Pucung V Bekasi.

Sekolah Catur

Medina Warda Aulia pun diajari bermain catur oleh sang ayah. Bakat dan kecerdasannya, membuat Medina cepat memahami permainan di atas papan kotak-kotak hitam-putih itu.

Hanya selama tiga bulan berlatih, Medina langsung diikutkan sang ayah dalam kejuaraan daerah di Jakarta pada 2006. Hebatnya, ia langsung menjadi juara.

Medina pun terus ketagihan mengikuti beberapa turnamen baik tingkat daerah dan nasional. Tentu saja, ia langganan juara pertama.

Atlet catur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia (kiri), tengah bertanding di multievent SEA Games 2019. [Facebook/PB Percasi]
Atlet catur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia (kiri), tengah bertanding di multievent SEA Games 2019. [Facebook/PB Percasi]

Untuk lebih mengasah kemampuan dalam bermain catur, Medina masuk di sekolah catur Utut Adianto yang ada di Bekasi.

Setelah beberapa tahun mengikuti pendidikan catur, Medina rutin mengikuti turnamen. Tidak hanya mengikuti kejuaraan di tingkat nasional, tapi juga kejuaraan tingkat internasional.

"Saya turun ke tingkat internasional itu mulai dari 2007 dan prestasi terus meningkat. Pada tahun 2008 saya juara dunia tingkat pelajar (World School Chess Championship) di Tessaloniki, Yunani," kata lulusan SMP Negeri 1 Bekasi.

Pecah Rekor

Perjalanan Medina Warda Aulia di dunia catur kian jauh.

Titel-titel yang menjadi dambaan para pecatur pun dia genggam hasil dari petualangannya di berbagai turnamen, mulai dari kandidat master (MC), Master Nasional Wanita (MNW), Master Fide Wanita (WFM), Master Internasional Wanita (WIM), hingga Grand Master Wanita (WGM).

Titel tertinggi untuk pecatur wanita ini diraih Medina saat ia berusia 16 tahun 2 bulan, memecahkan rekor WGM termuda yang sebelumnya digenggam Irene Kharisma Sukandar (16 tahun 7 bulan).

Kepastian titel WGM ini diraih Medina saat ia mendapat Norma WGM ketiga di Kejuaraan Dunia Catur Junior 2013 yang berlangsung di Kocaeli, Turki.

Kejar GM Pria

Titel tertinggi untuk pecatur wanita sudah diraihnya, Medina kini mencari tantangan baru dengan berpetualang untuk meraih titel di kategori umum tanpa memandang kelas putra maupun putri.

Konsekuensinya ia harus sering bertarung dengan lawan-lawan pria.

"Saya sedang mengejar gelar putra. Targetnya sih bisa menjadi grand master tanpa embel-embel woman," kata pecatur yang sudah mendapatkan tiga norma untuk gelar International Master (IM) ini.

Atlet catur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia. [Instagram/medinawarda]
Atlet catur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia. [Instagram/medinawarda]

Medina mengaku, untuk saat ini lebih senang bersaing dengan para pecatur putra, karena lebih menantang dan lebih mengasah kemampuan.

"Melawan putra itu lebih menantang, saya suka. Karena bisa tambah pengalaman. Mereka bermainnya lebih agresif. Mungkin kalau pecatur cowok itu mainnya benar-benar pakai logika, dalam arti dia tidak main aman."

"Sedangkan cewek lebih memilih safety. Saya jadi kebawa belajar berani melangkah," ujar anak Bekasi yang mengidolakan Judit Polgar, pecatur wanita asal Honggaria yang malang-melintang berkompetisi di kelompok pria.

Medina Warda Aulia yang tahun 2020 nanti akan mewakili Indonesia dalam Piala Dunia Catur di Rusia mengakui, seringnya ia bertanding melawan pecatur putra adalah salah satu yang membuat kemampuannya terus meningkat.

"Makanya untuk persiapan Piala Dunia 2020, saya sekarang juga lebih banyak ambil kesempatan bermain di turnamen kategori putra," tutur lulusan Fakultas Imu Administrasi Universitas Indonesia.

Tak Unggul Dalam Olahraga Fisik

Meskipun relatif masih jarang dimainkan oleh kaum hawa di Indonesia, catur menurut Medina, seharusnya bukan olahraga yang didominasi kaum pria karena catur bukan cabang olahraga yang mengutamakan kekuatan fisik.

Alasan itu pulalah yang membuat Medina melabuhkan pilihannya ke olahraga catur.

Wanita yang kini mengenakan hijab itu mengakui bahwa dia tidak unggul dalam olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik.

"Kalau olah raga fisik saya memang tidak bisa, makanya saya pilih catur. Dulu juga sempat juara sempoa dan melukis," katanya.

Medina memang telah membuktikan bahwa tak perlu mengutamakan kekuatan fisik untuk menuai prestasi di dunia olahraga, termasuk di arena multievent SEA Games 2019 di Filipina ini.

Medina Warda Aulia telah membuktikan, dengan kelembutan ia bisa menggali emas dan membuat Indonesia Raya berkumandang di kawasan Pantai Subik nan syahdu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SEA Games 2019: Cabor Biliar Berpeluang Raih Medali Emas

SEA Games 2019: Cabor Biliar Berpeluang Raih Medali Emas

Sport | Selasa, 10 Desember 2019 | 11:17 WIB

Evaluasi SEA Games 2019, Herry IP Kecewa dengan Penampilan Fajar / Rian

Evaluasi SEA Games 2019, Herry IP Kecewa dengan Penampilan Fajar / Rian

Sport | Selasa, 10 Desember 2019 | 09:34 WIB

Top 5 Olahraga: Posisi Indonesia Melorot, Klasemen Akhir Medali Bulutangkis

Top 5 Olahraga: Posisi Indonesia Melorot, Klasemen Akhir Medali Bulutangkis

Sport | Selasa, 10 Desember 2019 | 07:10 WIB

Aksi Heroik Casugay Dipuji Jokowi dan 4 Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Aksi Heroik Casugay Dipuji Jokowi dan 4 Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Sport | Senin, 09 Desember 2019 | 22:10 WIB

UAS Haramkan Catur, Percasi Angkat Bicara

UAS Haramkan Catur, Percasi Angkat Bicara

Sport | Jum'at, 22 November 2019 | 06:05 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×