Punya Rekor Buruk, Ganda Putra RI Tetap Dijagokan di BWF World Tour Finals

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Punya Rekor Buruk, Ganda Putra RI Tetap Dijagokan di BWF World Tour Finals
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan pelatih Herry Iman Pierngadi (tengah) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Peluang tetap terbuka untuk bisa ambil juara di turnamen ini," kat Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry IP.

Suara.com - Rekor buruk membayangi sektor ganda putra Indonesia dalam keikutsertaan di BWF World Tour Finals 2019. Meski begitu, pelatih Herry Iman Pierngadi tetap yakin anak asuhnya bisa meraih juara.

Sebagamana diketahui, sektor ganda putra Merah Putih tak berkutik di BWF World Tour Finals tahun lalu.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menjadi unggulan pertama, justru gagal lolos fase grup.

The Minions—julukan Kevin/Marcus—memutuskan mundur lantaran Marcus mengalami cedera.

Sementara satu wakil lainnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendapat hasil serupa.

The Daddies—julukan Hendra/Ahsan—gagal lolos setelah hanya mencatatkan satu kemenangan dari tiga laga babak penyisihan grup.

Di BWF World Tour Finals 2019, komposisi ganda putra Indonesia tetap diwakili pasangan yang sama, Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan.

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bersalaman dengan sang junior Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon usai final Denmark Open 2019 di Odense Sportspark, Minggu (20/10). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bersalaman dengan sang junior Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon usai final Denmark Open 2019 di Odense Sportspark, Minggu (20/10). [Humas PBSI]

Keduanya juga tergabung di grup berbeda. Kevin/Marcus di Grup A bersama Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), Li Jun Hui/Liu Yu Chen (China), dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang).

Sedangkan Hendra/Ahsan di Grup B, dengan duo pasangan China Taipei, Lee Yang/Wang Chi Lin, dan Lu Ching Yao/Yang Po Han, serta Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia.

Kendati memiliki rekor kurang meyakinkan di BWF World Tour Finals, Herry tetap yakin kans membawa pulang gelar dari turnamen penutup tahun itu masih terbuka lebar.

"Peluang tetap terbuka untuk bisa ambil juara di turnamen ini dan itu harapan kami semua," ujar Herry dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (11/12/2019).

"Apalagi ini kan World Tour Finals, jadi saya selalu ingatkan mereka untuk tetap fokus dari pertandingan awal."

"Semua yang ikut di sini pemain Top 8 dunia, jadi kekuatannya merata. Tapi saya percaya dengan kemampuan dua ganda putra kami," sambungnya.

Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Di laga perdana babak penyisihan Grup A, Kevin/Marcus sudah ditunggu Li/Liu. Sementara Hendra/Ahsan di Grup B akan menghadapi Aaron/Soh.

BWF World Tour Finals 2019 berlangsung mulai hari ini, Rabu (11/12/2019) hingga 15 Desember mendatang, di Guangzhou, China.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS