Scott Redding Ungkap Pentingnya Gabung Tim Top di MotoGP

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Scott Redding Ungkap Pentingnya Gabung Tim Top di MotoGP
Pebalap Aprilia, Scott Redding, berada di belakang rider andalan Ducati, Andrea Dovizioso, pada latihan bebas MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Jumat (7/9/2018). [AFP/Tiziana Fabi]

Eks pembalap MotoGP tersebut menyesal bergabung dengan tim yang 'salah'.

Suara.com - Eks pembalap MotoGP, Scott Redding berujar bahwa bergabung dengan tim 'semenjana' membuatnya merasa dipermalukan.

Saat ini, pembalap asal Inggris tersebut berada di tim pabrikan Ducati di WSBK pada musim 2020.

Selama berkiprah di MotoGP, ia merasa bahwa dirinya tak ingin balapan lagi.

"Tahun 2-18, kurang lebih saya merasa bahwa karier saya sudah tamat. Saya tak ingin lagi balapan." ujarnya.

"Saya telah berusia 25 tahun dan saya merasa sudah usai dengan olahraga satu ini. Saya merasa tak bahagia dan tak sukses, saya ingin mencoba yang lain." imbuhnya.

Pada masa kelamnya di MotoGP, ia mengibaratkkan kariernya seperti 'burnout'.

Pebalap Aprilia asal Inggris, Scott Redding, saat masih memperkuat tim Octo Pramac Racing. [AFP/Gabriel Bouys]
Pebalap Aprilia asal Inggris, Scott Redding, saat masih memperkuat tim Octo Pramac Racing. [AFP/Gabriel Bouys]

"Tak ada harapan, tak mungkin maju, saya kesulitan dan saya benci itu. Dan saya merasa habis. Saya sempat memperebutkan titel di Moto2 namun saya kalah karena cedera, itu sangat membuat saya tersakiti." tutur Redding.

"Padahal saya merasa ingin mencari tantangan baru di MotoGP namun saya berada di waktu dan tim yang salah." lanjutnya.

Keputusannya untuk meninggalkan MotoGP dan bergabung dengan British Super Bike berbuah manis.

Tampil dominan di ajang tersebut, pembalap ini tak jadi tamat, bakan dirinya mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan WSBK.

"Saya dapat merasakan api kemenangan lagi." ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS