Timnas Indonesia Belum Kompak, Kevin Sebut Sistem Rajko Toroman Rumit

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Timnas Indonesia Belum Kompak, Kevin Sebut Sistem Rajko Toroman Rumit
Pelatih Kepala Timnas basket Indonesia, Rajko Toroman menyoroti penampilan para pemainnya usai dipermalukan Pelita Jaya Basketball dalam lanjutan seri pertama Indonesian Basketball League (IBL) 2020, Minggu (12/1/2020) malam WIB. [Dok. IBL]

Di gelaran IBL 2020, Timnas Indonesia untuk sementara bertengger di peringkat pertama klasemen musim reguler.

Suara.com - Jelang mengikuti tahap pertama Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021, 20-23 Februari mendatang, Timnas Basket Indonesia dihadapkan pada sejumlah masalah. Terutama soal kekompakan tim.

Hal itu sebagaimana disampaikan salah satu penggawa Timnas Basket Indonesia, Kevin Yonas Sitorus. Ia menyebut chemistry antar penggawa Timnas masih harus ditingkatkan.

Power forward Timnas Basket Indonesia, Kevin Yonas Sitorus, ditemui di GBK Arena, Senayan, Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]
Power forward Timnas Basket Indonesia, Kevin Yonas Sitorus, ditemui di GBK Arena, Senayan, Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]

Walaupun sudah tampil cukup baik di dua seri Indonesian Basketball League (IBL) 2020, ada beberapa detail yang disebutnya perlu disempurnakan.

Di gelaran IBL 2020, Timnas Indonesia yang menggunakan nama Indonesia Patriots, untuk sementara bertengger di peringkat pertama klasemen musim reguler.

Saat ini Timnas menjadi tim terbaik dengan raihan sembilan poin, hasil dari empat kemenangan dan satu kali kekalahan dalam dua seri terakhir.

Satu-satunya kekalahan itu terjadi saat menghadapi Pelita Jaya Bakrie di laga kedua seri I Semarang.

Calon pebasket naturalisasi Timnas Indonesia, Lester Prosper (ketiga dari kiri) saat menghadapi NSH Jakarta di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2020) malam WIB [Suara.com/Arief Apriadi].
Calon pebasket naturalisasi Timnas Indonesia, Lester Prosper (ketiga dari kiri) saat menghadapi NSH Jakarta di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2020) malam WIB [Suara.com/Arief Apriadi].

Kevin mengakui bahwa sistem yang diterapkan sang pelatih, Rajko Toroman cukup rumit.

Menurutnya, roster yang ada saat ini harus bekerja ekstra keras untuk bisa mencapai target yang diinginkan pelatih asal Serbia itu.

"Selama dua seri ini ada beberapa yang sudah on target, tapi masih belum lah," ujar Kevin ditemui di GBK Arena, Senayan, Jakarta.

Kerumitan sistem permainan yang diterapkan mantan pelatih Timnas Filipina itu, kata Kevin, terletak dalam penerapan pola.

Beberapa pola yang diinginkan Rajko Toroman disebutnya kadang belum berjalan sesuai rencana.

"Rumitnya itu ada beberapa pola, dan terkadang kami masih miss komunikasi soal itu," jelas power forward berusia 25 tahun.

"Kami masih proses karena sistem yang diterapkan Coach Toroman ini agak rumit. Jadi harus saling bantu untuk proses menuju ke sana," tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS