Tes Sampel Rambut Negatif, Iannone Tetap Terancam Absen Tes MotoGP Qatar

Rizki Nurmansyah
Tes Sampel Rambut Negatif, Iannone Tetap Terancam Absen Tes MotoGP Qatar
Pebalap Aprilia Racing asal Italia, Andrea Iannone, tengah bersiap menjalani balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Minggu (27/10/2019). [AFP/Peter Parks]

"Tentu, kami jadi merasa tak diuntungkan dengan absennya Andrea Iannone," pungkas Rivola.

Suara.com - Lebih dari dua bulan sudah nasib Andrea Iannone terkatung-katung. Teranyar pebalap Aprilia itu terancam absen pada tes pramusim MotoGP di Qatar.

Hasil tes urine Iannone telah dinyatakan positif menggunakan zat terlarang drostanolone—stredoid anabolik—setelah balapan MotoGP Malaysia di Sepang, November lalu.

Pengumuman itu disampaikan pihak Federasi Balap Motor Internasional (FIM) pada 17 Desember 2019.

Sejak saat itu, Iannone dilarang mengikuti kegiatan apapun di kancah MotoGP. Ia telah menjalani sidang pada 4 Februari 2020.

"Andrea Iannone tetap ditangguhkan sampai proses keputusan CDI (Komisi Disiplin Internasional) diberikan. Karena itu ia dilarang ikuti kompetisi balap motor atau kegiatan terkait sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan FIM setelah sidang kasus Iannone.

Itu artinya Andrea Iannone terancam absen pada tes pramusim MotoGP Qatar yang akan berlangsung di Sirkuit Losail, 22-24 Februari 2020.

Sebelumnya, pebalap Italia ini telah absen pada tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, 7-9 Februari lalu.

Tes Sampel Rambut

Sementara itu, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola meyakini bila Andrea Iannone tidak akan absen semusim penuh di Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Keyakinan itu didasarkan pada hasil tes sampel rambut Iannone yang menunjukkan bahwa hasilnya adalah negatif.

"Saya tak berpikir kemungkinan Iannone akan absen sepanjang musim. Alasannya jelas, hasil tes sampel rambutnya negatif. Tes rambut tidak mungkin bohong," kata Rivola.

Hanya saja, lanjut Rivola, masalahnya adalah WADA (Badan Anti-Doping Dunia) hanya melakukan pengujian berdasarkan tes urine.

"Ada delapan kasus atlet di mana hasil tes rambutnya juga negatif. Lalu mereka mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbritase Olahraga) setelah kalah pada sidang pertama, dan mereka menang," kata Rivola.

Pebalap anyar Aprilia di MotoGP 2019, Andrea Iannone. [Twitter@ApriliaOfficial]
Pebalap Aprilia di MotoGP 2019, Andrea Iannone. [Twitter@ApriliaOfficial]

Butuh Iannone

Rivola menambahkan, kasus yang menimpa Andrea Iannone turut berdampak luas bagi Aprilia.

Pasalnya, Aprilia tidak bisa melakukan pengujian motor setelah melakukan pengembangan motor berdasarkan keinginan dari sang pebalap.

"Kami butuh Iannone saat ini lebih dari apapun, sejak motor ini dikembangkan berdasarkan masukan dari dia," tuturnya.

"Iannone ingin motor yang lebih baik di tikungan dan secara keseluruhan halus saat dikendarai. Seperti yang dia rasakan saat bersama Suzuki."

"Tentu, kami jadi merasa tak diuntungkan dengan absennya Andrea Iannone," pungkas Rivola.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS