Dihantui Wabah Virus Corona, Okto: Olimpiade 2020 On The Track

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Dihantui Wabah Virus Corona, Okto: Olimpiade 2020 On The Track
Mensesneg Pratikno (kanan) berbincang dengan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari sebelum mengikuti rapat terbatas terkait persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/2/2020). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]

Penundaan Olimpiade 2020 akan menjadi kerugian finansial yang sangat besar bagi Jepang.

Suara.com - Perhelatan Olimpiade 2020 Tokyo dipastikan akan bergulir sesuai jadwal, kendati hingga kini masih dihantui wabah virus Corona.

Hal itu disampaikan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

Kabar tersebut diterima Okto usai berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan National Olympic Committee (NOC) Jepang selaku tuan rumah.

Menurut Okto, IOC dan NOC Jepang percaya diri Olimpiade 2020 tak akan terganggu virus Corona. Sebab ajang tersebut bakal digelar saat musim panas.

NOC Indonesia, lanjut Okto, mendapat informasi bahwa penyebaran virus Corona akan menurun seiring meningkatnya suhu di negara-negara yang terpapar saat musim panas tiba.

Musim panas di Jepang biasanya berlangsung pada Juni-Agustus. Sementara Olimpiade 2020 dijadwalkan berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

"Olimpiade 2020 on the track karena virus Corona tidak bisa hidup di musim panas," ujar Okto di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

"Kita tahu suhu saat Olimpiade 2020 nanti akan cukup panas. Jadi ya (virus Corona) tak akan menghambat persiapan mereka (NOC Jepang)," tambahnya.

Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]
Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Di sisi lain, Okto menjelaskan bahwa penundaan Olimpiade 2020 akan menjadi kerugian finansial yang sangat besar bagi Jepang.

Karenanya, menggeser jadwal pertandingan dinilai bukan solusi yang tepat.

"Jepang sudah keluarkan banyak uang untuk menjadi tuan rumah. Karena sebelumnya mereka pernah kalah bidding di Olimpiade 2016. Saat itu mereka menghabiskan uang sekitar Rp 1,7 triliun," ungkapnya.

"Jadi sampai hari ini tidak ada informasi apapun mengenai pergeseran jadwal (Olimpiade 2020) terkait virus Corona, kecuali ajang kualifikasi yang memang banyak bergeser," jelas Okto.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS