Olimpiade 2020 Ditunda, Begini Respons Indonesia

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Olimpiade 2020 Ditunda, Begini Respons Indonesia
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari di sela Rakernas NOC Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2020). [ANTARA/Bayu Kuncahyo]

Penundaan Olimpiade 2020 disebabkan penyebaran wabah virus Corona.

Suara.com - Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mendukung sepenuhnya penundaan Olimpiade 2020 Tokyo hingga tahun depan.

Sejak awal Indonesia, kata Okto, sangat menghormati keputusan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Olimpiade 2020 ditunda setelah Presiden IOC Thomas Bach dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan konferensi video, Selasa (24/3/2020) malam WIB.

Penundaan itu merupakan dampak dari krisis kesehatan global yang disebabkan penyebaran wabah virus Corona (COVID-19) yang begitu masif hampir di seluruh dunia.

"Sejak awal kita sudah menyatakan komitmen yaitu mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh IOC terkait dengan Olimpiade 2020 Tokyo," ujar Okto saat dihubungi wartawan, Rabu (25/3/2020).

"Dan kami sepenuhnya mendukung keputusan tersebut. Kami yakin dan percaya semua keputusan IOC pasti mengutamakan kepentingan, keselamatan, kesehatan para atlet maupun ofisial," tambahnya.

Sebelum resmi ditunda, IOC dan Komite Olimpiade Jepang (JOC) sempat merundingkan keputusan terbaik terkait nasib Olimpiade 2020. Hal itu berlangsung selama berbulan-bulan.

Selama IOC dan JOC terus mempertimbangkan keputusan akhir, beberapa negara mulai mendesak untuk segera mengambil keputusan dengan menunda Olimpiade 2020.

Kanada dan Australia menjadi dua negara paling vokal. Mereka mengancam akan mengundurkan diri apabila Olimpiade 2020 tetap berlangsung sesuai jadwal pada 24 Juni hingga 9 Agustus mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS