alexametrics

China Turun di Tur Asia, Ganda Campuran Indonesia Tak Gentar

Arief Apriadi
China Turun di Tur Asia, Ganda Campuran Indonesia Tak Gentar
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti saat memainkan laga perempat final Yonex Thailand Open 2021 di di Impact Arena, Bangkok, Jumat (15/1/2021). [BWF/Badmintonphoto]

Ada tidaknya wakil China, persaingan dinilai tetap berlangsung ketat.

Suara.com - Turnamen Malaysia Open dan Singapore Open 2021 diperkirakan bakal berlangsung ketat setelah Asosiasi Bulutangkis China (CBA) mengumumkan bakal comeback di dua ajang tersebut.

Ini menjadi ajang perdana bagi kontingen China untuk berpartisipasi di ajang BWF World Tour pasca pandemi Covid-19 melanda dunia sejak Maret 2020.

Sebelum tampil di Malaysia Open dan Singapore Open, China akan lebih dulu mengikuti ajang India Open. Namun di turnamen itu, Tiongkok menurunkan mayoritas pemain pelapis.

Indonesia sendiri cuma mengirim tiga wakil di ajang BWF World Tour Super 500 itu. Mereka adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso.

Baca Juga: Top 5 Sport: Warriors Hajar Nuggets, Stephen Curry Ukir Rekor Bersejarah

Sementara Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani turut dikirim tetapi masuk daftar tunggu, alias belum pasti turun berlaga.

Kondisi itu membuat Malaysia Open 2021 akan jadi ajang perdana di mana wakil ganda campuran Indonesia berpotensi berjumpa dengan jagoan-jagoan China.

Pelatih Ganda Campuran PBSI, Richard Mainaky di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Ganda Campuran PBSI, Richard Mainaky di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong saat ini masih menempati peringkat satu dunia. Sementara Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping berada dua strip di bawahnya.

Pelatih sektor ganda campuran PBSI, Richard Mainaky menekankan pihaknya tidak gentar dengan kembali berlaganya para pemain asal China. Ada tidak adanya mereka, persaingan disebutnya tetap ketat.

"Prinsip saya dengan ada atau tidaknya China, saya tetap anggap persaingan ketat. Jadi, selalu mempersiapkan anak didik saya dengan maksimal untuk capai target," kata Richard Mainaky saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Richard: PBSI Tak Asing dengan Metode Main Rangkap

Richard sendiri menganggap Malaysia Open dan Singapore Open sebagai ajang yang cukup penting bagi Praveen Jordan dan kawan-kawan yang tak lama lagi bakal berjibaku di ajang Olimpiade Tokyo.

Komentar