alexametrics

Pembinaan Atlet Jangka Panjang, Menpora: Pemerintah akan Bangun Training Camp di Cibubur

Fabiola Febrinastri
Pembinaan Atlet Jangka Panjang, Menpora: Pemerintah akan Bangun Training Camp di Cibubur
Menpora, Zainudin Amali. (Dok: Kemenpora)

Olimpiade menjadi target utama, sementara Asian Games dan SEA Games hanya menjadi target antara.

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengatakan, pemerintah akan membangun Training Camp berstandar internasional di Cibubur, Jakarta Timur, sebagai pusat latihan elite olahraga nasional.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena saat ini, pemerintah sudah memiliki Grand Design Olahraga Nasional dalam melakukan pembinaan atlet dari usia dini dan menyiapkan atlet-atlet berprestasi nasional, terutama di tingkat Olimpiade. Olimpiade menjadi target utama, sementara Asian Games dan SEA Games hanya menjadi target antara.

Setiap olimpiade ditargetkan ada peningkatan rangking, misalnya pada Olimpiade Rio De Jeneiro urutan 46, maka Olimpiade Tokyo diharapkan menempati posisi 40, kemudian Olimpiade 2024 di Paris, Olimpiade 2028 di Los Angeles dan seterusnya hingga 100 tahun Indonesia merdeka atau Olimpiade 2044.

“Setiap empat tahun, kita menaikkan target kita, karena apa? Di dalam Grand Desing Olahraga Nasional, itu semuanya kita mendesain prestasi, jadi nggak boleh lagi kita membuat prestasi by accident, asal nemu, sudah tidak bisa. Kita harus benar-benar persiapkan dan sekarang ini, kita sedang mempersiapkan satu training camp yang berstandar internasional, yakni di Cibubur,” ungkap Menpora, saat menjadi narasumber pada acara live dialog Indonesia Bicara, TVRI, Jakarta, Senin (26/7/2021) malam.

Baca Juga: Kemenpora Kembali Raih WTP, Menpora: Berkat Perbaikan Tata Kelola Birokrasi Berkelanjutan

Menurutnya, ada 14 cabang olahraga unggulan dan 2 cabang olahraga yang disukai masyarakat, yakni sepak bola dan bola voli, yang akan pusat pelatihannya ditempatkan di training camp.

“Kecuali misalnya, seperti dayung, mereka (pusat latihan) punya sendiri. Kemudian bulutangkis juga belum punya, itu akan kita tempatkan camp di sana. Semuanya kita lengkapi, termasuk sekolahnya, termasuk untuk sport sciencenya,” ucapnya.

Para atlet yang akan menempati training camp adalah para pelajar yang dipersiapkan sebagai atlet nasional, dengan pola pembinaan yang ketat dan fasilitas yang lengkap.

“Di dalam grand design itu, yang kita pandu, mereka di tingkat SMP. Kita nanti akan menghasilkan 150 atlet elite nasional untuk cabang-cabang olahraga unggulan kita. Itu kita hasilkan dari 250 ribu talenta seluruh Indonesia, kemudian kita peras menjadi 37.500, kita peras lagi menjadi 3.750, naik lagi makin susah jadi 750 dan terakhir masuk di 150 elite nasional,” pungkasnya.

Sebanyak 150 atlet usia dini dari hasil seleksi inilah yang akan dikirim ke semua ajang olahraga internasional, baik itu yang single event maupun multi event dari masing-masing cabang olahraga.

Baca Juga: KOI Sanjung Komitmen Kemenpora Lanjutkan Pelatnas SEA Games Vietnam

“Jadi begitu terperinci, begitu sistematis dan terencana serta jangka panjang, yang kita siapkan dalam Grand Design Olahraga Nasional,” katanya.