alexametrics

Review Indonesia di Olimpiade Tokyo Hari Ini: Sprinter Alvin Melaju, The Daddies Kandas

Rully Fauzi
Review Indonesia di Olimpiade Tokyo Hari Ini: Sprinter Alvin Melaju, The Daddies Kandas
Sprinter putri Indonesia, Alvin Tehupeiory (tengah) tampil di Olimpiade Tokyo, Jumat (30/7/2021). [Giuseppe CACACE / AFP]

Harapan Kontingen Indonesia meraih emas dari cabor bulutangkis kian menipis.

Suara.com - Cabang olahraga atletik Olimpiade Tokyo dimulai hari ini, Jumat (30/7/2021) di Olympic Stadium, Jepang, dengan sprinter Alvin Tehupeiory mewakili Indonesia di nomor 100 meter putri.

Meski belum dapat masuk ke semifinal, sprinter asal Maluku itu berhasil melaju ke babak utama setelah menempati peringkat ketiga dalam persaingan heat 3 pada babak kualifikasi.

Alvin, yang melesat dengan catatan waktu 11,89 detik, berada di belakang Joella Lloyd wakil Antigua dan Barbuda yang finis di urutan pertama dengan 11.55 detik dan sprinter asal Malawi Asimenye Simwaka di posisi kedua dengan 11,76 detik.

Melaju ke babak pertama, Alvin finis di urutan terakhir atau kedelapan dengan catatan waktu 11,92 detik, tidak lebih baik dari babak kualifikasi. Sehingga, Alvin tidak dapat melaju ke semifinal.

Baca Juga: Rekap Peraih Medali Olimpiade Tokyo, Jumat 30 Juli

Kompatriot Alvin, yakni sprinter Lalu Muhammad Zohri akan turun pada nomor 100 meter putra. Zohri menjadi perhatian publik pada 2018 saat tampil mengejutkan dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 di Tampere, Finlandia, 11 Juli 2018.

Dia mengukir sejarah menjadi sprinter pertama Indonesia yang meraih medali emas pada nomor lari 100 meter, yang merupakan nomor paling bergengsi di cabang atletik.

Zohri dijadwalkan bertanding Sabtu (31/7/2021) besok.

Sementara itu, dari cabang olahraga bulutangkis, perjuangan The Daddies -- sebutan untuk pasangan Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan -- untuk meraih medali emas terhenti setelah kalah melawan Lee Yang / Wang Chi-Lin dari Taiwan di babak semifinal.

Hal itu juga membuat peluang Indonesia meraih medali emas di sektor ganda putra pupus setelah pasangan peringkat pertama Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo gugur pada hari sebelumnya.

Baca Juga: Akhirnya Jalani Operasi Bahu, Marcus Rashford Absen Bela MU Tiga Bulan

Hendra / Ahsan mengungkapkan alasan kekalahan mereka pada babak semifinal, yaitu akibat tak bisa keluar dari tekanan dan serangan rapat yang dimainkan pasangan Taiwan Lee Yang / Wang Chi-Lin.

Pada laga semifinal sepanjang 28 menit itu, The Daddies kalah dua gim langsung 11-21, 10-21.

Ganda putra peringkat dua dunia itu menerima serangan ketat dari Lee / Wang hingga tak bisa mengembangkan pola permainan. Dalam dua gim, Hendra / Ahsan selalu di bawah tekanan dari lawan yang berada satu peringkat di bawah mereka.

Meski gagal ke babak final, Hendra / Ahsan masih berpeluang menyabet medali perunggu. Hendra / Ahsan akan berhadapan dengan Aaron Chia / Soh Wooi Yik dari Malaysia dalam pertandingan perebutan medali perunggu yang akan berlangsung besok, Sabtu.

Kegagalan itu juga menyisakan tiga wakil Indonesia di dua nomor cabang olahraga bulutangkis, yaitu pada nomor ganda putri, Greysia Polii / Apriyani Rahayu, dan tunggal putra, Anthony Ginting. Greysia / Apriani dijadwalkan bertanding di babak semifinal sedangkan Ginting akan berlaga pada perempatfinal, juga pada Sabtu.

Dari cabang olahraga renang, wakil Indonesia Aflah Fadlan belum mampu menembus final 1.500m gaya bebas putra Olimpiade 2020 Tokyo setelah gagal pada babak penyisihan dalam pertandingan yang digelar di Tokyo Aquatics Center.

Fadlan finis di urutan ketiga pada Heat 1, mencatatkan waktu 15 menit 29,94 detik, terpaut 22,25 dari Daniel Wiffen dari Irlandia, yang berada di posisi pertama dengan catatan waktu 15:27,37. Sementara, di urutan kedua ada Marcelo Acosta dari El Salvador yang finis 15:27,37.

Sebelumnya pada Sabtu lalu, Fadlan bertanding di nomor 400m gaya bebas putra. Atlet kelahiran Cirebon itu juga gagal melaju ke final setelah kandas pada babak penyisihan dengan catatan waktu 3:55,08.

Telah menyelesaikan pertandingannya di Olimpiade, perenang berusia 23 tahun itu merasa lega dan bersyukur karena telah memberikan yang terbaik untuk Indonesia, meskipun belum masuk rekor terbaiknya ataupun rekor nasional.

Namun menurut Fadlan, hasil itu cukup baik jika dibandingkan saat Olympic trial.

Selain Fadlan, Indonesia juga mengirimkan satu lagi wakil di cabang olahraga renang, yaitu Azzahra Permatahani, yang mengikuti nomor 400m gaya ganti perorangan putri.

Sayangnya, dengan catatan waktu 4 menit 54,54 detik, Azzahra juga belum mampu menembus babak final. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi wakil Indonesia dari cabang olahraga renang yang berlaga di Olimpiade Tokyo.

[Antara]

Komentar