Menpora Sebut Banyak Perubahan dan Kejutan di Olimpiade Tokyo 2020

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:44 WIB
Menpora Sebut Banyak Perubahan dan Kejutan di Olimpiade Tokyo 2020
Menpora, Zainuddin Amali. (Dok: Kemenpora)

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menilai, banyak terjadi perubahan dan kejutan terkait dengan prestasi atlet dan rangking negara-negara di Olimpiade Tokyo 2020.

“Kita benar-benar memetik pelajaran yang sangat berharga bahwa di Olimpiade Tokyo ini banyak terjadi kejutan-kejutan. Banyak (peserta) yang diunggulkan di awal-awal tapi kemudian bahkan ada yang gugur di babak- babak penyisihan. Itulah olimpiade,” ujar Amali dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8/2021) sore.

Menurut Amali, olahraga merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak statis. Dengan demikian, memperkirakan ukuran dalam satu pertandingan olahraga sangat berbeda dengan membuat ukuran ketika membangun infrastruktur yang sudah bisa diketahui target harus selesai misalnya dalam satu tahun. Sementara olahraga tidak bisa karena dia bersifat dinamis dan terus berubah.

“Kalau olahraga ini dinamis sehingga perkiraan-perkiraan atau analisis-analisis yang kita tetapkan di awal itu bisa saja berubah dan berbeda dengan kenyataan,” kata Amali

Menurut Amali, para atlet dan pelatih nasional sudah melakukan upaya luar biasa untuk meraih prestasi Olimpiade Tokyo ini. Sementara dalam waktu bersamaan, sejumlah negara bahkan negara tetangga Indonesia yang dengan jumlah kontingen lebih besar dan lolos kualifikasi lebih besar tapi justru tidak memperoleh medali.

“Nah kalau dilihat perolehan kita misalnya menggunakan ukuran sebagaimana yang kita terapkan di 2016 Olimpiade Rio de Janeiro kita nggak jelek-jelek amat. Bahkan perolehan medalinya kalau dari jumlah, kita lebih dari apa yang kita peroleh di Rio de Jeneiro,” ujarnya.

Namun, setelah mempersiapkan Desain Besar Olahraga Nasional, maka paradigma terkait olimpiade pun berubah, di mana pemerintah menempatkan olimpiade sebagai target utama dan perbaikan peringkat tiap event itu berlangsung.

“Walaupun sekarang belum mulai karena kami sedang menunggu ya menunggu payung hukum. Mudah-mudahan sebentar lagi akan terbit yakni Perpres artinya begitu ada Perpres berarti grand design ini udah mulai jalan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya sudah mulai mencoba untuk menerapkan ukuran-ukuran prestasi di olimpiade berdasarkan grand design dan juga perubahan paradigma bahwa kita menjadikan olimpiade sebagai sasaran utama.

baca juga

“Kalau sebelum-sebelumnya kita sering mencampuradukkan antara prestasi di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Sekarang dengan Grand Design Olahraga Nasional Olahraga atau Desain Besar Olahraga Nasional kita merubah paradigma itu,” jelasnya.

Karena hal itu sesuatu yang baru, dan harus diambil sebagi tindaklanjut arahan presiden Joko Widodo untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaaan olahraga nasional, maka mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan.

“Ini pasti kita terkaget-kaget, suatu perubahan yang sangat ekstrem. Tetapi kalau kita ingin mengejar ketertinggalan dan prestasi olahraga kita. Maka jalan ini harus kita lalui, blue print, peta jalan ini harus kita lakukan dengan segala konsekuensinya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, hitung-hitungan target yang dilakukan berdasarkan dengan olimpiade terakhir atau ditetapkan perbaikan target olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada olimpiade Tokyo, Indonesia ditargetkan menempati urutan 40 atau perbaikan dari olimpiade Rio yang menempati urutan 46. Namun hasil akhir Indonesia berada di urutan 55 dengan torehan lima medali yaitu tiga medali perunggu, satu medali perak dan satu medali emas. Perolehan tersebut sebetulnya menjadi perkembangan yang baik jika dilihat dari raihan di Olimpiade Rio 2016 yang hanya mendapatkan tiga medali yakni 1 emas dan 2 perak.

“Namun kenyataannya ada negara-negara yang saat di Brazil di Rio tidak mendapatkan medali bahkan peringkatnya jauh, sekarang mereka mendapatkan medali, ini yang akhirnya merubah posisi. Apakah kita melorot? Saya kira tidak karena kalau kita menggunakan ukuran medali kita malah bertambah,” katanya.

“Tetapi kita sudah mau berubah dengan menghitung ranking. Maka ini harus juga menyesuaikan. Ini sekaligus sebagai catatan buat NOC dan internal kami. Kita menghitung betul tentang situasi Olimpiade 2020 atau Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.

Dengan demikian, ukuran-ukuran untuk mengukur yang akan datang, misalnya Olimpiade Tokyo diukur dari Rio itu ternyata kurang tepat. Sebab, contohnya beberapa negara yang tadinya tidak memperoleh medali akhirnya dapat mendali bahkan akhirnya rangkingnya naik.

“Akhirnya kita menyadari bahwa DBON atau Desain besar Olahraga Nasional harus segera jalan. Tidak ada pilihan lain buat kita. Karena kita akan menatap segera Olimpiade Paris 2024,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bonus untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade Tokyo Akan Diumumkan Presiden Jokowi

Bonus untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade Tokyo Akan Diumumkan Presiden Jokowi

Sport | Selasa, 10 Agustus 2021 | 00:15 WIB

Sprinter Belarus Krystsina Tsimanouskaya Lelang Medali

Sprinter Belarus Krystsina Tsimanouskaya Lelang Medali

Sport | Senin, 09 Agustus 2021 | 21:41 WIB

Gemerlap Penutupan Olimpiade Tokyo 2020 Berlangsung Sangat Meriah

Gemerlap Penutupan Olimpiade Tokyo 2020 Berlangsung Sangat Meriah

Your Say | Senin, 09 Agustus 2021 | 18:44 WIB

AS Juara Umum Olimpiade Tokyo dan Dominasinya di Setiap Olimpiade

AS Juara Umum Olimpiade Tokyo dan Dominasinya di Setiap Olimpiade

Your Say | Senin, 09 Agustus 2021 | 17:50 WIB

Cerita Qomarul Lailah, Guru SD yang Jadi Wasit Bulu Tangkis di Olimpiade Tokyo

Cerita Qomarul Lailah, Guru SD yang Jadi Wasit Bulu Tangkis di Olimpiade Tokyo

Sport | Senin, 09 Agustus 2021 | 17:16 WIB

Menpora Ingin Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Menpora Ingin Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Terkini

Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya

Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya

Sport | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:55 WIB

Draymond Green Tolak Kontrak Rp443 Miliar, Buka Pintu Lebar Bagi LeBron James ke Warriors

Draymond Green Tolak Kontrak Rp443 Miliar, Buka Pintu Lebar Bagi LeBron James ke Warriors

Sport | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:08 WIB

Timnas Voli Indonesia Tembus Peringkat 43 Dunia Usai Segel Gelar Juara AVC Cup 2026

Timnas Voli Indonesia Tembus Peringkat 43 Dunia Usai Segel Gelar Juara AVC Cup 2026

Sport | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:03 WIB

Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026

Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026

Sport | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:56 WIB

Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII

Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII

Sport | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:09 WIB

Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda

Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda

Sport | Senin, 29 Juni 2026 | 12:50 WIB

Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026

Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026

Sport | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills

Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills

Sport | Senin, 29 Juni 2026 | 07:17 WIB

David Nuban Ungkap Kunci Bogor Hornbills Juara IBL 2026: Bukan Cuma Thibodeaux!

David Nuban Ungkap Kunci Bogor Hornbills Juara IBL 2026: Bukan Cuma Thibodeaux!

Sport | Senin, 29 Juni 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Baru! Bogor Hornbills Resmi Jadi Juara IBL 2026 Usai Bungkam Pelita Jaya di Game Penentuan

Sejarah Baru! Bogor Hornbills Resmi Jadi Juara IBL 2026 Usai Bungkam Pelita Jaya di Game Penentuan

Sport | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

×