alexametrics

Ada Tidaknya Penonton di PON Papua Dilihat dari Status PPKM

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Ada Tidaknya Penonton di PON Papua Dilihat dari Status PPKM
Ilustrasi PON XX Papua 2021. Logo dan maskot PON Papua, Kangpho dan Drawa. [ANTARA/HO-PB PON Papua/am]

PON Papua akan digelar Oktober 2021.

Suara.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman kembali mengabarkan kemungkinan diperbolehkannya penonton menyaksikan PON XX Papua secara langsung.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membolehkan penonton di PON Papua yang akan digelar bulan depan. Namun, Marciano menyebut keputusan ada atau tidaknya penonton akan dilihat kembali bagaimana status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakaran (PPKM) di wilayah yang dijadikan tempat penyelenggaraan PON.

PON Papua, yang berlangsung mulai 2-15 Oktober 2021, akan digelar di empat kabupaten/kota. Selain Kota Jayapura, ada Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Letjen (Purn) Marciano Norman. ANTARA/HO FMB9
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Letjen (Purn) Marciano Norman. ANTARA/HO FMB9

"Rujukan utama saat PON nanti adalah PPKM level berapa? sekarang level 3. Sehingga dari PPKM level tiga itu kelonggaran apa yang bisa dilakukan," kata Marciano dalam talk show virtual yang diadakan BNPB, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Seperti Olimpiade Tokyo, Ini Gambaran Prokes Ketat PON Papua

"Sehingga sarannya KONI Pusat dan PB PON ditambah masukan satgas Covid-19 ke presiden bisa dipertanggung jawabkan. Oleh karenanya kami ingin melihat perkembangan dari daerah itu sendiri," jelasnya.

Marciano berharap ada perkembangan yang bagus di setiap daerah yang menjadi venue PON. Termasuk program vaksinasi yang bisa menyentuh angka 70 persen yang membuat peluang penyelenggaraan dihadiri penonton semakin terbuka.

"Saya harapkan progres yang diharapakan tingkat vaksinasi sudah sampai 70 persen. Minimal dosis pertama," sambungnya.

Jika nantinya penonton diperbolehkan hadir, akan diterapkan prokes ketat. Oleh sebab itu, Marciano berharap seluruh pihak bisa saling mendukung, khususnya tentang penerapan prokes.

"Selain itu juga masyarakat nanti yang akan menonton diseleksi dengan baik. Jadi ini peran relawan untuk siapkan ini. Kalau sekarang juga kan ada aplikasi PeduliLindungi yang masuk bisa ketahuan statusnya gimana," ungkapnya.

Baca Juga: PON Papua, Anies ke Atlet DKI: Ingatlah Nama Jakarta Dititipkan di Pundak Anda

"Saya harap kepatuhan prokes. Seperti transportasi yang dipakai atlet itu hanya wisma ke venue dan sudah disiapkan, enggak boleh pakai yang lain. Karena kendaraan yang disiapkan sudah dilakukan penanganan," pungkasnya.

Komentar