facebook

Kisah Pawang Hujan MotoGP Mandalika 2022, Dipekerjakan ITDC, Dibayar Ratusan Juta

Arief Apriadi
Kisah Pawang Hujan MotoGP Mandalika 2022, Dipekerjakan ITDC, Dibayar Ratusan Juta
Pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika, Rara Isti Wulandari. [Arief Apriadi/Suara.com]

Pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika bernama Rara Isti Wulandari.

Suara.com - Salah satu tantangan menggelar MotoGP Mandalika 2022 adalah memastikan Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam keadaan ideal agar balapan bisa terselenggara dengan baik.

Salah satu upaya dari panitia yakni Mandalika Grand Prix Association (MGPA) adalah dengan mempekerjakan seorang pawang hujan. Juru 'pengotak-atik' cuaca itu di kawasan Sirkuit Mandalika itu adalah Rara Isti Wulandari.

Rara, sapaan akrabnya, mengaku memang secara resmi dipekerjakan Indonesia Tourism Development Corporation selaku perusahaan BUMN pemilik Sirkuit Mandalika yang juga membawahi MGPA selaku panitia penyelenggara.

Rara mengatakan sudah dipekerjakan ITDC dan MGPA sejak hari terakhir World Superbike (WSBK). Dia mengklaim diminta langsung oleh Menteri BUMN dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Lolos Homologasi Grade A, Para Pebalap Merasa Aman

"Di WSBK itu hari terakhir dan [jadi pawang hujan] jarak jauh. Nah habis itu bulan Februari 2022 pak Erick Thohir ada acara di Jakarta. Ketemu pak Erick, pak Barry (Abdulbar) ITDC, lalu saya di bawa ke sini. Jadi dari pre-season dan acara ini. Pre-season itu 11-13 Februari sukses," kata Rara Isti Wulandari saat ditemui Suara.com di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/3/2022).

Pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika, Rara Isti Wulandari dibantu dua stafnya. [Arief Apriadi/Suara.com]
Pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika, Rara Isti Wulandari dibantu dua stafnya. [Arief Apriadi/Suara.com]

Rara menjelaskan bahwa sejauh ini sudah cukup baik menjalankan tugas. Sebelum main event MotoGP Mandalika 2022 pada 18-20 Maret, dia telah diminta untuk mengatur cuaca saat proses pengaspalan ulang lintasan pada sejak 15 Februari hingga 10 Maret.

"Pihak luar negeri [dari Dorna], mereka senang dengan pawang hujan. Aku dijuluki Mrs Pawang atau The Prayer. Saya dapat request 24 jam tidak hujan saat pengaspalan 6-8 Maret," ujar pawang hujan kelahiran Jayapura, Papua, 22 Oktober 1983 itu.

Terkait event utama MotoGP Mandalika 2022, Rara menjelaskan bahwa tanggal 18-19 Maret memang terjadi hujan di kawasan Sirkuit Mandalika. Namun, hal itu merupakan permintaan dari panitia demi menurunkan suhu untuk kenyamanan pebalap.

"Untuk balapan dari 18-19 Maret, paginya hujan dan siang grimis-grimis agar pebalap nyaman. Karena aspal suhunya tidak boleh sampai di atas 50 derajat celcius, otomatis cuaca di atas tak boleh panas, otomatis panggil hujan dan mendung, tapi tak boleh sampai banjir," beber Rara yang mengaku memeluk kepercayaan kejawen ini.

Baca Juga: Terungkap! Ini Fakta Terkait Video Viral Marc Marquez Joget Dangdut Bareng Biduan

Alat pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika, Rara Isti Wulandari. [Arief Apriadi/Suara.com]
Alat pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika, Rara Isti Wulandari. [Arief Apriadi/Suara.com]

"Untuk balapan utama tanggal 20 Maret, saya cuma diminta cerah ceria, saya terjemahkan sendiri. Pokoknya cuaca enak. Tapi kalau pak Erick Thohir minta hujan ya kalian harus terima. Karena saya memohon demi kebaikan Indonesia," tambahnya. 

Komentar