facebook

Gagal Raih Emas, Pelatih Akui Bulu Tangkis Putri Indonesia Masih Kalah dari Thailand

Reky Kalumata
Gagal Raih Emas, Pelatih Akui Bulu Tangkis Putri Indonesia Masih Kalah dari Thailand
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Stephanie Widjaja mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis putri Thailand Supanida Katethong pada babak final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2021 Vietnam di Bac Giang Gymnasium, Vietnam, Rabu (18/5/2022). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww. (ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU)

Indonesia meraih medali perak setelah takluk 0-3 dari Thailand pada laga final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2021

Suara.com - Pelatih tunggal putri Herli Djaenudin mengakui tim bulu tangkis putri Indonesia masih kalah dibandingkan Thailand, yang berhasil kembali membuktikan dominasi mereka di Asia Tenggara dengan meraih emas beregu SEA Games.

Sementara itu, Indonesia harus puas mengantongi medali perak SEA Games 2021 Vietnam setelah takluk 0-3 pada laga final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2021 Vietnam dari Thailand di Bac Giang Gymnasium, Bac Giang, Vietnam, Rabu.

Kekalahan ini mengulang final SEA Games 2019 Filipina ketika Gregoria Mariska Tunjung dkk. juga takluk 1-3 kepada Thailand.

“Pemain kami masih muda-muda, seperti Stephanie Widjaja yang baru berusia 19 tahun dan rankingnya masih di posisi 200-an. Memang kami mengakui kami kalah secara ranking, pengalaman dan jam terbang,” ungkap Herli di Bac Giang Gymnasium, Bac Giang, Vietnam, Rabu.

Baca Juga: Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2021: Indonesia Masih Tertahan di Posisi Lima

“Tapi kalau dilihat dari penampilan, mereka mau berjuang habis-habisan. Putri KW, ganda putri Apriyani/Fadia mereka telah berjuang, tapi memang kami harus mengakui kami masih kalah dibandingkan Thailand,” tambah dia seperti dimuat Antara.

Dalam pertandingan final beregu putri, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani sebagai tunggal pertama. Namun Putri yang kini menduduki peringkat ke-51 dunia itu belum mampu mengatasi perlawanan tunggal putri peringkat ke-10 dunia, Pornpawee Chochuwong.

Selain memiliki perbedaan peringkat yang cukup jomplang, Pornpawee (24) juga jauh lebih berpengalaman karena sudah cukup sering turun pada turnamen single event dan multievent internasional, termasuk SEA Games.

Sementara bagi Putri KW (19), SEA Games 2021 Vietnam merupakan multievent perdananya.

Tak hanya itu, Pornpawee juga telah melakukan debutnya di kompetisi senior sejak 2017, termasuk tampil di All England dan Kejuaraan Dunia, sedangkan Putri KW baru memulai perjalanannya pada 2020.

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Resmi Raih Medali Perak SEA Games 2021

Tunggal kedua Indonesia Stephanie Widjaja juga masih kalah secara ranking maupun pengalaman dibanding Supanida Katethong. Dalam final beregu putri SEA Games 2021, Stephanie kalah straight game 14-21, 8-21.

Komentar