Tak Mau Kasus PON Papua Terulang, Ketum Pertina: Saya Tidak Mau Wasit dan Hakim Memenangkan Petinju yang Kalah

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 26 Oktober 2023 | 17:17 WIB
Tak Mau Kasus PON Papua Terulang, Ketum Pertina: Saya Tidak Mau Wasit dan Hakim Memenangkan Petinju yang Kalah
Ketua Umum PP Pertina, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, memantau jalannya Pra PON Tinju di GOR Flobamora, Kupang, NTT. (ist)

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia atau PP Pertina, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, memantau langsung jalannya Pra PON Tinju di GOR Flobamora, Kupang, NTT. Pertandingan ini diikuti 193 petinju, terdiri dari 124 petinju putra dan 69 putri dari 29 Pengprov Pertina.

Acara tersebut berlangsung pada 20-30 Oktober 2023. Para petinju akan memperebutkan 69 sisa tiket/kuota yang disiapkan PP Pertina guna mengikuti Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Pada babak kualifikasi pertama yang berlangsung 20-30 Juli lalu di Makassar, Sulawesi Selatan, telah terseleksi 88 petinju.

Ketua Pengprov Pertina NTT itu sejak awal telah mengingatkan pentingnya sportivitas. Tujuannya agar lahir para petinju berkualitas yang siap berlaga di PON, serta ke depan bisa menjadi duta negara di ring tinggi ASEAN, Asia, bahkan dunia.

“Saya mengapresiasi pengorbanan semua Pengurus Pertina Provinsi. Karenanya saya di sini menekankan kepada wasit dan hakim supaya melaksanakan tugas secara profesional," katanya.

"Saya tidak mau wasit dan hakim memenangkan yang kalah, dan mengalahkan yang seharusnya menang. Saya tidak mau. Kenapa? Karena kita sudah punya pengalaman kemarin di PON Papua,” kata Komaruddin yang mantan Pangdam IX/Udayana itu.

Lebih lanjut, ia menilai pertandingan sejak hari pertama hingga sekarang berlangsung ketat dan seru. Apalagi ketika petinju tuan rumah bertanding membuat suasana GOR Flobamora sangat riuh.

Ia kemudian memuji para penonton yang mayoritas masyarakat NTT sangat sportif ketika petinjunya harus menelan pil pahit. Mereka menerima dengan lapang dada dan tak ada protes.

Wild Card

baca juga

Dalam kesempatan itu, PP Pertina mengumumkan akan memberikan wild card bagi 10 petinju yang mengikuti SEA Games Kamboja, yang terdiri dari 7 putra dan 3 putri. Sehingga total tiket yang diperebutkan dalam Babak Kualifikasi adalah 150 ditambah 10 wild card menjadi 160 tiket.

Sementara itu, KONI Pusat memberi jatah kuota tinju sebanyak 200, di antaranya 160 diperebutkan. Sedangkan 40 diberikan kepada tuan rumah Aceh dan Sumut masing-masing 20 sesuai 20 kelas (11 kelas putra dan 9 kelas putri) yang akan dipertandingkan di PON nanti.

Ini belum termasuk kuota yang diberikan KONI Pusat kepada empat Daerah Otonom Baru: Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Dibuka PJ Gubernur NTT

Sebelumnya babak Kualifikasi Tinju Pra PON di Kupang, dibuka PJ (Penjabat) Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake didampingi Ketua Umum PP Pertina Mayjen TNI Purn Dr. Komaruddin Simanjuntak.

Hadir dalam kesempatan itu, Tim Monev KONI Pusat Irfan Bactiar dan Kanti, Ketua Pengprov Pertina NTT Samuel Haning, Kadispora NTT Hildegardis Bria Seran, serta sejumlah pejabat lain.

“Apresiasi yang tinggi saya berikan kepada panitia pelaksana, Pertina, KONI Pusat maupun daerah (NTT) yang telah mempersiapkan pertandingan ini dengan baik," ujar Ayodia pada saat pembukaan.

Ia mengku bangga dengan penilaian wasit yang memimpin jalanya pertandingan.

“Kami harus sportif menerima kekalahan karena memang kalah. Wasit dan hakim telah melaksanakan tugas dengan baik. Saya senang dengan penilaian ini, jangan karena tuan rumah lalu mau dimenangkan. Itu tidak boleh,” katanya.

Ketua KONI Provinsi Maluku Utara Djasman Abubakar juga mengakui dengan kinerja wasit dan hakim semakin baik dan dipercaya.

“Pra PON sekarang lebih baik karena wasit dan hakim sudah bekerja bagus. Tapi, masih ada satu atau dua wasit dan hakim yang perlu dikoreksi,” kata Djasman yang juga mantan Ketua Pengprov Pertina Maluku itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Lemparan Maut, Pratama Arhan Pamerkan Skill Baru

Tak Hanya Lemparan Maut, Pratama Arhan Pamerkan Skill Baru

Bola | Rabu, 25 Oktober 2023 | 17:33 WIB

Ancam Bikin Cacat Salah Satu Orangtua Warganet, Jefri Nichol Trending di Media Sosial

Ancam Bikin Cacat Salah Satu Orangtua Warganet, Jefri Nichol Trending di Media Sosial

Entertainment | Sabtu, 21 Oktober 2023 | 18:50 WIB

Pertina Sulsel Bikin Sejarah, Bangun Ring Tinju Dari Bambu, Tali Rafia, dan Bantal Tidur

Pertina Sulsel Bikin Sejarah, Bangun Ring Tinju Dari Bambu, Tali Rafia, dan Bantal Tidur

Sulsel | Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:45 WIB

Terkini

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

×