Piala Thomas Gagal Digapai, Jonatan Christie yang Lagi On Fire Besarkan Asa Sukses Indonesia di Olimpiade Paris

Rully Fauzi

Senin, 06 Mei 2024 | 12:36 WIB
Piala Thomas Gagal Digapai, Jonatan Christie yang Lagi On Fire Besarkan Asa Sukses Indonesia di Olimpiade Paris
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (ANTARA/HO/PP PBSI)

Suara.com - Disebut sebagai pemain tunggal paling in form selama Piala Thomas tahun ini oleh komentator pertandingan bulu tangkis BWF, Jonatan Christie menjadi sinar terang di balik kegagalan tim putra Indonesia mengangkat trofi yang menjadi lambang supremasi bulu tangkis putra dunia itu.

Jika Piala Thomas 2024 dianggap sebagai mata ujian akhir untuk kelulusan bakal tampil bagusnya seorang atlet dalam Olimpiade Paris 2024, maka Jonatan Christie adalah peserta ujian yang lulus dengan nilai sangat tinggi.

Tak ada pemain yang bisa menghadang Jonatan yang memang lagi on fire. Enam kali bertanding, enam kali menang. Semuanya dia lakukan lewat permainan yang semakin matang baik dari sudut teknis, fisik, maupun mental.

Tampil dalam final ke-20 sejak mencapai bab puncak turnamen beregu putra ini pada 1958, tim putra Indonesia menyerah 1-3 kepada tuan rumah China.

Kekalahan Merah Putih ini lebih merupakan kekalahan mental, bahkan ganda Fajar Alfian/Rian Ardianto kalah lebih karena faktor tidak berpihaknya Dewi Fortuna kepada mereka.

Pasangan ini hampir membungkam suara bising penonton tuan rumah yang sudah justru menjadi energi pemberi semangat teramat besar bagi lawan-lawan Indonesia dalam final itu.

Indonesia langsung kehilangan poin pada partai pertama ketika Anthony Ginting menyerah dengan mudah kepada Shi Yu Qi.

Menanggung beban sebagai pembuka jalan dan bayangan mengangkat lagi trofi Piala Thomas setelah dia lakukan pada 2020, bisa menjadi beban teramat berat yang membuatnya menjadi tidak fokus dalam bagaimana menembus pertahanan lawan dan mencari kelemahannya.

Dua gim pun dia lewati dengan hasil sungguh di luar dugaan, kendati Shi Yu Qi bukan pemain sembarangan karena dia adalah pemain terdekat yang paling mungkin mengudeta Viktor Axelsen dari peringkat satu dunia.

baca juga

Partai kedua yang mempertemukan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berjalan lebih sesuai ekspektasi awam. Pasangan ini menghadapi ganda putra nomor satu dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Fajar/Rian yang berperingkat tujuh dunia dan dua bulan lalu menjuarai All England, tampil kokoh dalam semua aspek, kecuali keberuntungan. Mereka nyaris membuat Liang/Wang menelan kekalahan kedua berturut-turut setelah sehari sebelumnya dalam semifinal takluk kepada ganda nomor 5 dunia dari Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Fajar/Rian menyerah 18-21 pada gim pertama, tapi berbalik memenangkan gim kedua dengan 21-17, dan akhirnya menyerah dalam skor sama seperti gim kedua pada gim pamungkas.

Ada harapan, pasangan ini dapat mempersembahkan medali terbaik dalam Olimpiade Paris nanti, jika melihat bagaimana mereka bertarung dalam final Minggu malam tadi.

Atmosfer dan tekanan turnamen beregu yang digelar di negeri yang menjadi lawan berat Indonesia, mungkin lebih keras ketimbang yang akan dihadapi mereka di Paris mendatang.

Bahkan penampilan Ginting tadi malam bisa sangat berbeda dalam Olimpiade, seperti sudah dia lakukan tiga tahun lalu dalam Olimpiade Tokyo ketika dia mempersembahkan medali perunggu kepada Indonesia.

Pun dengan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana menyerah dua gim langsung kepada He Ji Ting/Ren Xiang Yu yang sudah dua kali mereka kalahkan dan dua peringkat di bawah mereka.

Bagas/Fikri yang tidak lolos Olimpiade Paris tampil menanggung beban berat yang tak bisa mereka sembunyikan, seperti Ginting saat menyerah kepada Shi Yu Qi.

Paling Siap

Perjalanan sempurna yang menumbuhkan harapan bahwa bulu tangkis Indonesia bisa mempertahankan tradisi emas Olimpiade, diperlihatkan Jonatan Christie yang berada dua tangga di bawah Viktor Axelsen dan Shi Yu Qi dalam daftar peringkat tunggal putra BWF.

Pebulu tangkis yang 17 Maret lalu mengakhiri dahaga gelar juara tunggal putra All England yang dirasakan Indonesia selama 30 tahun itu, memenangkan enam pertandingannya dalam Piala Thomas 2024.

Pertama, dia mengalahkan Nadeem Dalvi dari Inggris, kemudian Saran Jamsri dari Thailand, lalu Lakshya Sen dari India, ketiganya dalam pertandingan fase grup.

Dalam perempatfinal, dia menaklukkan Cho Geonyeop dari Korea Selatan dalam pertandingan tiga gim, untuk meretas pertemuan dengan Wang Tzu Wei dari China Taipei yang dia kalahkan dalam dua gim.

Dia kemudian ditantang Li Shi Feng dalam final, yang merupakan lawan berperingkat tertinggi yang dia hadapi selama Piala Thomas 2024, dan sudah pernah dia kalahkan dalam final Piala Thomas 2020.

Jonatan kembali sukses melewati hadangan Li, kendati Indonesia sudah tertinggal 0-2 dan fakta Li didukung penuh oleh penonton tuan rumah yang hampir selalu sukses membakar semangat pemain-pemain China untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Penampilan Jonatan dalam final ini sungguh sinar terang di balik kegagalan merengkuh Piala Thomas. Bukan saja karena kemampuan teknik, pertahanan yang solid, kecermatan dalam membaca permainan, dan kelengkapan pukulan, tetapi juga karena kepercayaan diri yang membuatnya bagai karang yang sulit ditembus lawan.

Jonatan selalu tampil tenang tapi mematikan selama turnamen ini. Bahkan ketika terjadi insiden servis dan sorotan cahaya dari penonton kepadanya saat menghadapi Li Shi Feng, mental Jonatan sama sekali tak jatuh.

Dia adalah pemain yang tampil tanpa terlihat menanggung beban, walau semua orang tahu ada beban besar di atas pundaknya, seperti juga dipikul oleh rekan-rekannya dalam skuad Merah Putih.

Bedanya, dia mengelola beban itu dengan baik untuk dijadikan sebagai tantangan guna mengeluarkan semua aspek terbaiknya agar memenangkan pertarungan final yang juga menjadi uji mental bagi dirinya. Ini membuat Jonatan tampil konsisten dari laga ke laga.

Untuk itu, Jonatan lulus ujian ini dengan nilai sempurna. Tapi yang lain, termasuk Ginting dan Fajar/Rian, akan cepat belajar dari kekalahannya sehingga siap kembali demi medali Olimpiade.

Ginting adalah pemain yang cepat belajar dari kekalahan. Waktu dua bulan sebelum Olimpiade akan membuatnya kembali menjadi pemain yang memiliki keyakinan bisa mengalahkan siapa pun, termasuk Shi Yu Qi.

Ingat, dua bulan lalu, sebelum mencapai final All England 2024 untuk menghadapi Jonatan, Ginting menaklukkan Victor Axelsen dalam perempat final, ketika pada babak yang sama Jonatan mengalahkan Shi Yu Qi, yang mengundurkan diri pada gim kedua.

Namun tak bisa dipungkiri, Jonatan Christie adalah pemain yang memberikan pesan paling jelas bahwa dia siap dalam semua hal, untuk tampil konsisten guna mencapai hasil terbaik dalam Olimpiade Paris 2024 dan juga turnamen-turnamen lain.

[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis

Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis

Sport | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:35 WIB

Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi

Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi

Sport | Senin, 08 Juni 2026 | 11:22 WIB

Kalahkan Jojo di Indonesia Open 2026, Victor Lai Akui Dilatih Orang Indonesia

Kalahkan Jojo di Indonesia Open 2026, Victor Lai Akui Dilatih Orang Indonesia

Sport | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:04 WIB

Kandas di Final, Jonatan Christie Gagal Akhiri Puasa Gelar Indonesia Open

Kandas di Final, Jonatan Christie Gagal Akhiri Puasa Gelar Indonesia Open

Foto | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:44 WIB

Jonatan Christie Tersungkur di Istora, Puasa Tunggal Putra Merah Putih di Indonesia Open Berlanjut

Jonatan Christie Tersungkur di Istora, Puasa Tunggal Putra Merah Putih di Indonesia Open Berlanjut

Sport | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:34 WIB

Jadwal Final Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Bidik Takhta Juara di Istora!

Jadwal Final Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Bidik Takhta Juara di Istora!

Sport | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:18 WIB

Jonatan Christie Lolos ke Semifinal Indonesia Open 2026, Ungkap Tantangan Angin di Istora

Jonatan Christie Lolos ke Semifinal Indonesia Open 2026, Ungkap Tantangan Angin di Istora

Sport | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:23 WIB

Singkirkan Juara Swiss Open, Jonatan Christie Melaju ke Semifinal Indonesia Open 2026

Singkirkan Juara Swiss Open, Jonatan Christie Melaju ke Semifinal Indonesia Open 2026

Foto | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:52 WIB

Jonatan Christie Redam Perlawanan Alwi Farhan, Melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2026

Jonatan Christie Redam Perlawanan Alwi Farhan, Melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2026

Sport | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:43 WIB

Target Utama Jonatan Christie Tahun Ini: Juara Indonesia Open 2026!

Target Utama Jonatan Christie Tahun Ini: Juara Indonesia Open 2026!

Sport | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Satu Platform, Satu Lifter: Aturan Gym yang Jadi Pemicu Kasus Viral Nyimas Laula

Satu Platform, Satu Lifter: Aturan Gym yang Jadi Pemicu Kasus Viral Nyimas Laula

Sport | Senin, 06 Juli 2026 | 00:18 WIB

Bhinneka Run 2026 Sukses Besar di TMII, 3500 Pelari Rayakan Keberagaman

Bhinneka Run 2026 Sukses Besar di TMII, 3500 Pelari Rayakan Keberagaman

Sport | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:43 WIB

Tembus 1.100 Pendaftar! Rosiade Padel Tournament Series-2 Siapkan Bibit Atlet untuk Asia Games

Tembus 1.100 Pendaftar! Rosiade Padel Tournament Series-2 Siapkan Bibit Atlet untuk Asia Games

Sport | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:04 WIB

International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026, Jadi Ajang Seleksi Pelatnas Taekwondo

International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026, Jadi Ajang Seleksi Pelatnas Taekwondo

Sport | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:10 WIB

Pilates di Atas Yacht Ramaikan Waterfront, Tren Gaya Hidup Sehat Makin Diminati

Pilates di Atas Yacht Ramaikan Waterfront, Tren Gaya Hidup Sehat Makin Diminati

Sport | Sabtu, 04 Juli 2026 | 04:10 WIB

Adopsi Sistem Skor Baru BWF, CL Badminton 2026 Segera Bergulir!

Adopsi Sistem Skor Baru BWF, CL Badminton 2026 Segera Bergulir!

Sport | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:05 WIB

Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali

Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali

Sport | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:24 WIB

Joan Mir Resmi Merapat ke Gresini Racing, Siap Duet Bareng Daniel Holgado di MotoGP 2027

Joan Mir Resmi Merapat ke Gresini Racing, Siap Duet Bareng Daniel Holgado di MotoGP 2027

Sport | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:30 WIB

Indonesia Berjaya di Kejuaraan Para Bulu Tangkis Eropa, Leani Ratri Borong Lima Emas

Indonesia Berjaya di Kejuaraan Para Bulu Tangkis Eropa, Leani Ratri Borong Lima Emas

Sport | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:56 WIB

HYROX Jakarta 2026: Adu Fisik dan Mental, Ribuan Peserta Bersatu Lawan Batas Diri

HYROX Jakarta 2026: Adu Fisik dan Mental, Ribuan Peserta Bersatu Lawan Batas Diri

Sport | Kamis, 02 Juli 2026 | 05:15 WIB

×