India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB
India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun
Momen India Open 2026 saat pertandingan Loh Kean Yew and HS Prannoy dihentikan di poin 16-14 pada Game 1 karena ada tahi burung jatuh di tengah Indira Gandhi stadium. LKY nampak mual dan sesaat nampak akan muntah [Ist/X]
Baca 10 detik
  • BWF India Open 2026 di New Delhi menuai kritik keras pemain terkait polusi udara berbahaya dan kebersihan arena pertandingan.
  • Pemain papan atas mundur dari turnamen, salah satunya Anders Antonsen memilih denda karena kualitas udara ekstrem New Delhi.
  • Fasilitas bermasalah meliputi lapangan berdebu, kotoran burung jatuh di area bermain, dan monyet masuk stadion.

Suara.com - Turnamen bulu tangkis bergengsi BWF India Open 2026 Super 750 tengah menjadi sorotan tajam komunitas internasional.

Alih-alih prestasi, ajang ini justru dibanjiri kritik pedas dari para pemain top dunia terkait buruknya kondisi arena pertandingan, kebersihan lingkungan, hingga masalah polusi udara yang ekstrem di New Delhi.

Gelombang protes ini bahkan membuat beberapa pemain papan atas memilih mundur, sementara mereka yang tetap bertanding secara terbuka mengeluhkan fasilitas yang dianggap tidak memenuhi standar profesional.

Salah satu isu paling krusial adalah kualitas udara di New Delhi yang berada pada level berbahaya.

Tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, memilih mundur dari turnamen dan lebih memilih membayar denda sebesar 5.000 dolar AS daripada harus bertanding di lingkungan dengan polusi ekstrem.

"Menurut saya, ini bukan tempat yang layak untuk menyelenggarakan turnamen bulu tangkis," tulis Antonsen melalui media sosialnya.

Senada dengan itu, Loh Kean Yew dari Singapura mengakui mengalami gangguan pernapasan.

Ia menyebut stamina para pemain merosot tajam dibandingkan saat berlaga di Malaysia Open pekan lalu karena buruknya kualitas oksigen di New Delhi.

Lapangan Berdebu, Monyet dan Tahi Burung

Baca Juga: Tersingkir dari India Open 2026, Lanny Tria Mayasari dan Amallia Cahaya Pratiwi Resmi Berpisah

Isu kebersihan juga menjadi poin krusial. Pebulu tangkis Denmark, Mia Blichfeldt, menyebut kondisi arena latihan di Stadion KD Jadhav sangat berdebu dan tidak sehat bagi atlet.

Meski penyelenggara (BAI) membantah dan menyebut keluhan tersebut bersifat subjektif, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Pada laga putaran kedua antara HS Prannoy melawan Loh Kean Yew, pertandingan sempat dihentikan dua kali karena adanya kotoran burung yang jatuh tepat di tengah lapangan pertandingan utama.

Hal ini membantah klaim penyelenggara yang sebelumnya menjamin arena utama bebas dari gangguan unggas.

Selain itu, jagat maya dihebohkan dengan unggahan fotografer Azlynna Dewi dan pemain Korea Selatan, Kang Minhyuk, yang memperlihatkan seekor monyet masuk ke tribun penonton dan area latihan saat pertandingan sedang berlangsung.

Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia gagal melaju ke partai puncak India Open 2025 usai kalah dari Viktor Axelsen (PBSI/X @INABadminton)
Arsip India Open (PBSI/X @INABadminton)

Suhu Ekstrem dan Fasilitas Pemanasan

Masalah teknis lainnya adalah suhu di dalam stadion yang dianggap terlalu dingin oleh para pemain. Ratchanok Intanon (Thailand) dan Michelle Li (Kanada) mengeluhkan sulitnya melakukan pemanasan optimal karena udara yang membeku.

Para atlet terpaksa menggunakan pakaian berlapis-lapis hingga ke pinggir lapangan untuk menjaga suhu tubuh.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Sekretaris BAI Sanjay Mishra memberikan pembelaan. Ia menilai keluhan para pemain, khususnya dari Denmark, bersifat politis dan tidak mewakili perasaan seluruh peserta.

"Polusi adalah sesuatu yang di luar kendali kami. Kami sudah berupaya maksimal menjaga kebersihan arena dari kotoran burung dan debu," ujar Mishra, dikutip via ESPN.

Ia juga menegaskan bahwa insiden monyet yang masuk ke stadion kemungkinan besar terjadi karena pintu yang tidak sengaja terbuka oleh staf.

Meskipun BAI mengaku telah mencoba mencari alternatif lokasi lain seperti Kochi, Pune, atau Guwahati, alasan operasional dan keterbatasan hotel membuat turnamen tetap dipaksakan digelar di New Delhi meskipun mendapat penolakan keras dari banyak atlet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI