ASEAN Para Games 2025: Indonesia Sudah Dapatkan 102 Emas, Masih Akan Bertambah Lagi

Ronald Seger Prabowo

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:17 WIB
ASEAN Para Games 2025: Indonesia Sudah Dapatkan 102 Emas, Masih Akan Bertambah Lagi
Kontingen Indonesia tampil luar biasa jelang berakhirnya ajang ASEAN Para Games 2025. Tak sekadar memenuhi target 82 emas, Indonesia sudah mengamankan 102 emas per Sabtu (24/1/2026) pukul 21.00 WIB. [Dok NPC Indonesia]
baca 10 detik
  • Kontingen Indonesia melampaui target 82 emas, mengumpulkan total 102 emas per Sabtu (24/1/2026) di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
  • Cabor para atletik menjadi penyumbang medali terbanyak, diikuti renang, sementara regenerasi atlet menjadi bagian dari strategi penting.
  • Dengan 298 medali total, Indonesia hampir pasti mengamankan posisi *runner up*, tertinggal dari juara umum Thailand.

Suara.com - Kontingen Indonesia tampil luar biasa jelang berakhirnya ajang ASEAN Para Games 2025. Tak sekadar memenuhi target 82 emas, Indonesia sudah mengamankan 102 emas per Sabtu (24/1/2026) pukul 21.00 WIB.

Kontingen Indonesia sejatinya berangkat ke Thailand dengan banyak atlet debutan. Hal ini merupakan bagian dari upaya regenerasi atlet agar Indonesia bisa mengirimkan banyak atlet ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

Tak hanya itu, Kontingen Indonesia juga dibuat kecewa karena ada banyak nomor pertandingan andalan yang dihilangkan di edisi kali ini. Meski begitu, Indonesia tetap bisa meraih prestasi membanggakan.

Pada hari ini, Kontingen Indonesia memperolehan 33 medali emas, 29 perak dan 23 perunggu. Maka jika ditotal, Kontingen Indonesia sudah memperoleh 102 emas, 104 perak dan 92 perunggu.

Cabor para atletik menjadi mesin pendulang medali. Secara keseluruhan para atletik sudah memperoleh 39 emas, 39 perak dan 20 perunggu. Para renang menguntit dibelakangnya dengan perolehan 22 emas, 28 perak dan 17 perunggu.

Tak kalah istimewa adalah cabor para judo. Tujuh medali emas yang diperebutkan di cabor ini sukses disapu bersih oleh tim para judo Indonesia.

Begitu pula dengan tim para bulu tangkis yang sudah mengoleksi lima emas dan dipastikan bertambah lagi pada pertandingan hari Minggu (25/1/2026). Tak ketinggalan cabor para angkat berat yang sudah memenuhi target meraih delapan medali emas.

Koleksi total 298 medali membuat Indonesia tinggal selangkah lagi ditetapkan sebagai runner up di ASEAN Para Games 2025. Kontingen Malaysia yang menjadi pesaing terdekat baru mengoleksi 49 emas, 44 perak dan 63 perunggu.

Sementara itu, Thailand hampir pasti akan menjadi juara umum karena sudah memiliki 142 emas, 130 perak dan 126 perunggu.

baca juga

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia), Rima Ferdianto, bersyukur atas prestasi luar biasa yang dicatatkan atlet-atlet Indonesia.

"Alhamdulillah, dari target 82 emas, sampai saat ini kita sudah mendapatkan 102 emas. Jadi sudah jauh melampaui target," kata Rima Ferdianto, Sabtu (25/1/2026).

Kontingen Indonesia masih berpeluang besar menambah perolehan medali pada hari Minggu (25/1/2026), karena ada sederet atlet Indonesia yang akan melakoni babak final.

Bahkan, cabor para bulu tangkis sudah dipastikan meraih dua medali emas, karena partai final nomor tunggal putra SL4 dan tunggal putra WH2 mempertemukan sesama atlet Indonesia.

Hikmat Ramdani akan melawan Fredy Setiawan di final tunggal putra SL4 dan Wiwin Andri akan berhadapan dengan Supriadi di final tunggal putra WH2.

"Masih ada satu setengah hari lagi karena di tanggal 26 pagi, mungkin masih ada perlawanan. Kita berharap bisa menambah pundi-pundi emas lagi, sehingga posisi kedua ini sudah terkunci. Tidak mungkin dikejar lagi oleh tiga negara di bawah kita yang saling susul menyusul antara Malaysia, Filipina dan Vietnam," ungkap Rima.

Sementara itu, pelatih para atletik Indonesia, Setiyo Budi Hartanto, merasa lega dengan prestasi yang dicatatkan para atlet di ASEAN Para Games 2025.

Ia sempat pesimis dengan raihan medali di Thailand karena banyaknya nomor andalan yang tak dipertandingkan serta adanya penggabungan klasifikasi yang dirasa tak masuk akal.

"Awalnya agak pesimis karena nomor-nomor pertandingan disini agak gimana ya, oleh tuan rumah dibuat sulit lah. Kita banyak yang digabung (klasifikasi-nya), yang seharusnya dikombinasikan dengan nomor yang (klasifikasi-nya) setara, ini malah dikombinasikan dengan yang lebih tinggi satu tingkat," ucap Setiyo.

Performa apik atlet-atlet para atletik, dikatakan Setiyo, tak lepas dari dukungan penuh dari pemerintah dan NPC Indonesia. Tim para atletik bisa berlatih dengan maksimal karena ketersediaan fasilitas dan peralatan penunjang yang istimewa.

"Sekarang kita sudah memiliki fasilitas yang baru di Delingan, Karanganyar. Mempunyai lintasan atletik yang sudah bagus. Saya sendiri juga sudah menggunakan alat-alat yang lebih modern," tutur Setiyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deco Semringah Barcelona Sukses Salip AC Milan Dapatkan Bek Keturunan Indonesia Juwensley Onstein

Deco Semringah Barcelona Sukses Salip AC Milan Dapatkan Bek Keturunan Indonesia Juwensley Onstein

Bola | Minggu, 25 Januari 2026 | 09:54 WIB

Kata Media Spanyol Soal Barcelona Rekrut Pemain Keturunan Indonesia Juwensley Onstein

Kata Media Spanyol Soal Barcelona Rekrut Pemain Keturunan Indonesia Juwensley Onstein

Bola | Minggu, 25 Januari 2026 | 09:50 WIB

Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja

Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:01 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi

Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi

Bali | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Peringatan 1 Tahun Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

Peringatan 1 Tahun Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

×