1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

Muhamad Yasir

Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB
1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap perkembangan siswa di Sekolah Rakyat setelah setahun menjalani program. Perkembangan tersebut disampaikan usai menghadiri acara peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Sekolah Rakyat telah menjangkau 44 ribu siswa kurang mampu selama setahun.
  • Program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini berhasil memulihkan kesehatan serta meningkatkan kepercayaan diri dan prestasi siswa.
  • Pemerintah menyalurkan bantuan sosial, memperbaiki rumah, dan memberikan modal usaha bagi ribuan keluarga siswa Sekolah Rakyat.

Suara.com - Setelah satu tahun mengikuti pendampingan di Sekolah Rakyat, siswa dari keluarga kurang mampu menunjukkan perkembangan positif. Mereka kini lebih sehat, bugar, dan percaya diri menatap masa depan, setelah sebelumnya menghadapi berbagai persoalan kesehatan hingga kehilangan semangat belajar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, saat pertama masuk Sekolah Rakyat, banyak siswa mengalami masalah kesehatan, terutama gigi dan anemia. Semangat mereka untuk belajar juga belum tumbuh optimal.

Namun, pendampingan selama setahun mulai menunjukkan hasil. Perubahan tidak hanya terlihat pada kondisi fisik dan kepercayaan diri siswa, tetapi juga pada semangat orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka.

“Setelah 1 tahun dilakukan pendampingan, mereka sudah lebih percaya diri menatap masa depannya, kemudian lebih sehat, lebih bugar, orang tuanya juga lebih semangat untuk mendampingi siswa-siswa Sekolah Rakyat. Ini cukup menggembirakan buat kami semua,” ujar Gus Ipul dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Gus Ipul menuturkan, pendampingan siswa tidak selalu bisa langsung berfokus pada pembelajaran. Sebagian anak membutuhkan pemulihan dan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum dapat mengikuti kegiatan belajar secara optimal.

“Data-data yang kami miliki memang anak-anak ini di samping edukasi juga memerlukan rehabilitasi. Jadi ada sebagian anak-anak siswa Sekolah Rakyat yang memiliki masalah-masalah tertentu yang harus dilakukan pemulihan terlebih dahulu, rehabilitasi terlebih dahulu, baru kemudian bergabung dalam pembelajaran yang ada di Sekolah Rakyat,” katanya.

Menurut Gus Ipul, proses tersebut membutuhkan penanganan cermat dan berkelanjutan. Kepala sekolah, guru, wali asrama, dan wali asuh menjadi ujung tombak dalam memastikan kebutuhan setiap siswa mendapat perhatian.

Dukungan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk menunjang keberhasilan program. Gubernur, bupati, wali kota, serta dinas sosial diharapkan turut terlibat dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.

Gus Ipul mengaku terharu melihat perkembangan para siswa yang hadir dalam peringatan satu tahun program tersebut. Mereka datang dari berbagai Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Jakarta, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

baca juga

Di antara siswa tersebut, ada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan, hidup di jalanan sebagai pengamen, putus sekolah selama dua tahun, hingga bekerja sebagai pembantu dan kuli. Ada pula anak-anak yang bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya.

“Semua ini adalah anak-anak bangsa yang menurut Bapak Presiden harus mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul.

Peringatan 1 tahun Program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). (Dok: Kemensos)
Peringatan 1 tahun Program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). (Dok: Kemensos)

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Siswa

Kementerian Sosial mencatat, setelah berjalan satu tahun, program Sekolah Rakyat telah menjangkau 44 ribu siswa di 182 titik sekolah.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem penjangkauan berbasis data, bukan pendaftaran reguler. Para pendamping sosial mendatangi keluarga kurang mampu secara langsung di 497 kabupaten/kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Tahun Sekolah Rakyat Rangkul 44 Ribu Siswa, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

Satu Tahun Sekolah Rakyat Rangkul 44 Ribu Siswa, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Terkini

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi

Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi

Bali | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Peringatan 1 Tahun Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

Peringatan 1 Tahun Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Malaysia Tawarkan Pesawat dan Teknisi Pemadam Karhutla, BNPB Masih Kaji Kebutuhan Operasi

Malaysia Tawarkan Pesawat dan Teknisi Pemadam Karhutla, BNPB Masih Kaji Kebutuhan Operasi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:53 WIB

×