- Lima penyelenggara lomba trail run membentuk Indonesia Trail Run Series pada 14 Februari 2026 untuk memperkuat ekosistem lari alam.
- Series terintegrasi ini menggunakan sistem poin untuk memantau performa atlet secara objektif sepanjang musim kompetisi.
- Kolaborasi ini bertujuan mendorong pertumbuhan olahraga sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi melalui sport tourism daerah.
Perwakilan MANTRA116, Ivan, menambahkan bahwa pembentukan series diharapkan mampu mendorong pertumbuhan olahraga trail secara lebih terarah.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan yang sehat, baik untuk atlet, sponsor, maupun penyelenggara,” ucapnya.
Dampak Ekonomi dan Sport Tourism
Lebih jauh, Indonesia Trail Run Series diposisikan sebagai motor penggerak sport tourism.
Setiap event berlangsung di wilayah dengan karakter geografis dan budaya yang kuat, mulai dari pesisir dan perbukitan Yogyakarta, lanskap tropis Bali, kaldera Dieng, pegunungan Pasuruan, hingga lereng Lawu di Tawangmangu.
Mahendratta dari Dieng Caldera Race menilai efek ekonomi yang dihasilkan trail run sangat nyata.
“Peserta tidak datang sendiri. Mereka membawa keluarga, komunitas, dan menginap beberapa hari. Hotel, homestay, UMKM, transportasi lokal, semuanya bergerak,” kata Mahendratta.
Data internal penyelenggara menunjukkan mayoritas peserta ultra trail berasal dari luar kota, bahkan mancanegara. Rata-rata mereka tinggal dua hingga empat malam, memanfaatkan penginapan lokal, mencicipi kuliner daerah, serta mengunjungi destinasi wisata sekitar lokasi lomba.
“Dalam konteks ekonomi daerah, event trail run berkontribusi pada perputaran ekonomi yang signifikan, khususnya di wilayah pegunungan dan dataran tinggi yang bukan pusat industri,” ujarnya, menambahkan.
Dengan fondasi kolaborasi nasional ini, Indonesia Trail Run Series diharapkan menjadi tonggak baru bagi pengembangan olahraga trail run sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai panggung lari alam kelas dunia.