- Viktor Axelsen pensiun dari bulu tangkis profesional pada April 2026 akibat cedera punggung kronis yang dideritanya.
- Atlet Denmark berusia 32 tahun tersebut kini fokus menghabiskan waktu bersama keluarga serta mengelola bisnis investasi.
- Axelsen tetap menjaga kondisi fisik dan menjalin kerja sama dengan sponsor meskipun tidak lagi menjadi atlet.
Suara.com - Legenda bulu tangkis dunia Viktor Axelsen kini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan menggeluti bisnis investasi setelah memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis profesional akibat cedera punggung kronis.
Mantan tunggal putra nomor satu dunia asal Denmark tersebut mengatakan kehidupannya tetap berjalan teratur meski tidak lagi menjalani rutinitas sebagai atlet profesional.
![Viktor Axelsen datang ke Indonesia menyapa penggemar. [Dok. Arief Apriadi/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/24/65683-viktor-axelsen.jpg)
“Ya kehidupan harian saya masih cukup terstruktur. Saya mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua putri saya,” kata Axelsen dalam acara meet and greet “Celebrating the Legacy of Viktor Axelsen” di The Westin Jakarta, Minggu.
Peraih medali emas Olimpiade 2020 dan 2024 itu mengaku masih rutin menjaga kondisi tubuh dengan melakukan latihan fisik di sela aktivitasnya sebagai ayah dan pebisnis.
“Ketika saya tidak bersama mereka, saya mengantar mereka ke sekolah dan kemudian saya tetap melakukan latihan fisik,” ujar dia.
Axelsen resmi mengakhiri karier profesionalnya pada April 2026 di usia 32 tahun setelah cedera punggung yang dialaminya terus kambuh meski sudah menjalani operasi.
Cedera tersebut membuatnya kesulitan tampil tanpa rasa sakit sehingga memilih memprioritaskan kesehatan jangka panjang dibanding terus berkompetisi.
Meski telah pensiun, Axelsen mengaku belum sepenuhnya meninggalkan dunia bulu tangkis. Namun, ia belum memiliki rencana untuk mengikuti jejak mantan atlet lain sebagai pelatih.
“Saat ini belum ada dalam rencana untuk menjadi pelatih. Saya tahu saya akan tetap terlibat di olahraga ini dalam beberapa cara, tetapi saya belum tahu dalam peran seperti apa,” katanya.
Alih-alih terjun ke dunia kepelatihan, Axelsen kini menikmati aktivitas baru di luar bulu tangkis dengan menjalankan bisnis investasi dan manajemen risiko bersama rekannya yang memiliki latar belakang kecerdasan mesin serta analisis risiko.
“Kami menjalankan bisnis manajemen risiko dalam hal investasi. Ini sesuatu yang benar-benar berbeda dan saya sangat menikmatinya,” ujar Axelsen.
Selain fokus mengembangkan bisnis, Axelsen juga masih aktif menjalani berbagai kegiatan bersama sponsor yang telah mendukung perjalanan kariernya seperti Yonex, Monitor ERP, dan HSBC.
Menurut Axelsen, hubungan dengan sponsor tersebut terjalin bukan hanya karena kepentingan profesional, tetapi juga karena memiliki kesamaan nilai dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan.
“Saya rasa dengan Monitor ERP, kami memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal bagaimana kami menjalani kehidupan profesional dan juga kehidupan di luar bisnis dan performa,” kata Axelsen.
Sementara itu, CEO Asia Tenggara Monitor ERP Daniel Haggmark mengatakan kerja sama dengan Axelsen menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun standar kualitas dan hubungan jangka panjang di Asia Tenggara.
“Nilai yang sama inilah yang setiap hari kami bawa untuk mendukung pertumbuhan komunitas manufaktur di Indonesia,” ujar Daniel.
(Antara)