- Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin lolos ke semifinal Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan wakil Jepang di Istora Senayan.
- Kevin Sanjaya menilai Raymond dan Joaquin memiliki modal prestasi serta usia muda sebagai calon penerus ganda putra Indonesia.
- Kevin menekankan pentingnya menjaga mentalitas juara dan mengelola ekspektasi publik untuk dapat bersaing secara konsisten di level elite.
Suara.com - Legenda ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, memberikan sorotan khusus terhadap performa gemilang Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Open 2026.
Pasangan muda yang akrab disapa RayJo tersebut baru saja memastikan tiket semifinal usai menumbangkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Keberhasilan mereka tidak luput dari perhatian Kevin Sanjaya yang hadir langsung di Istora Senayan pada Jumat (5/6/2026).
Kevin menilai Raymond/Joaquin sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi penerus tradisi prestasi ganda putra Indonesia.
Menurutnya, usia yang masih muda serta pengalaman meraih gelar juara menjadi modal penting untuk bersaing di level elite dunia.
"Menurut saya mereka udah melewati satu phase-lah. Maksudnya dari sisi umur juga mereka masih cukup muda, kan. Dan mereka udah berhasil pernah juara, which is itu modal yang sangat baik juga untuk mereka," kata Kevin Sanjaya di acara meet and greet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Kevin Sanjaya Soroti Pentingnya Mental Juara
![Legenda ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, memberikan sorotan khusus terhadap performa gemilang Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Open 2026. [Dok. Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/25493-legenda-ganda-putra-indonesia-kevin-sanjaya-sukamuljo.jpg)
Meski memberikan pujian, mantan pasangan Marcus Fernaldi Gideon itu mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru saja dimulai.
Menurut Kevin, mempertahankan performa dan mengelola ekspektasi publik merupakan tantangan yang jauh lebih sulit dibanding memenangkan satu turnamen.
"Tapi itu baru tantangan pertama. Setelah itu kan gimana mereka bisa manage semua ekspektasi dan lain sebagainya itu... itu next step lagi yang lebih sulit lagi sebenarnya, kan."
Kevin menjelaskan bahwa di level tertinggi, kualitas teknik para pemain dunia sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
Karena itu, faktor yang paling menentukan kesuksesan seorang atlet adalah kemampuan mengelola mentalitas dan tekanan saat bertanding.
"Nah, untuk manage mereka punya perform terus dan lain sebagainya karena... apa ya, bulu tangkis kalau secara teknik itu sebenarnya udah mirip-mirip semua lah secara permainan. Tapi gimana kita bisa manage eh mentalitas dan lain sebagainya, itu yang lebih sulit menurut saya."
RayJo Jadi Harapan Indonesia di Istora
Dukungan dan masukan dari Kevin Sanjaya tentu menjadi suntikan motivasi tambahan bagi Raymond/Joaquin yang kini menjadi salah satu tumpuan harapan tuan rumah.
Di babak semifinal, RayJo berpotensi menghadapi perang saudara melawan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi.
Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua pasangan sama-sama tengah menunjukkan performa terbaiknya di hadapan publik Istora Senayan.
Kini, para pencinta bulu tangkis Indonesia menanti apakah wejangan soal mental juara dari Kevin Sanjaya dapat membantu Raymond/Joaquin melangkah hingga ke partai final dan bahkan meraih gelar juara Indonesia Open 2026.