- Campus League 2026 digelar di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, mulai 7 hingga 13 Juni untuk mahasiswa Indonesia.
- Turnamen ini mempertemukan sepuluh tim putra dan delapan tim putri terbaik hasil seleksi dari lima regional utama.
- Juara kategori putra berhak mewakili Indonesia berkompetisi dalam ajang Asian University Basketball League pada Januari 2027 mendatang.
Faktor ketenangan mental dinilai menjadi kunci utama yang membuat skuad berjuluk Eagles tersebut mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Pemain center UPH, Jesslyne Jaya Wiyanto, menyebut bahwa timnya kini lebih bisa menikmati proses pertandingan tanpa terbebani target juara yang berlebihan.
“Kemarin terlalu fokus sama hasilnya, sekarang kita tujuannya love the process, kita nggak peduli hasilnya apa, tapi menikmati prosesnya,” ucap Jesslyne yang mengemas 14 poin.
Dominasi BINUS Jakarta Tumbangkan Juara Bandung
Beralih ke sektor putra, kejutan besar terjadi saat runner-up Regional Jakarta, BINUS Jakarta, berhasil menumbangkan juara Regional Bandung, Universitas Kristen Maranatha.
BINUS memanfaatkan keunggulan postur tubuh para pemainnya untuk mendominasi area bawah ring dan mengamankan bola rebound secara konsisten.
Fachrie Abhyasa dan Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady tampil dominan dalam menyerang maupun bertahan hingga membuat Maranatha kesulitan mengembangkan permainan.
Meskipun tim lawan mencoba bangkit lewat aksi I Made Duta Wahyundara, sistem zone marking yang diterapkan pelatih Jap Ricky Lesmana terbukti terlalu tangguh untuk ditembus.
BINUS akhirnya memastikan kemenangan perdana mereka di fase grup dengan skor 66-52 atas wakil Kota Kembang tersebut.
Guard andalan BINUS yang akrab disapa Anno mengaku bangga karena timnya berhasil menjalankan instruksi pelatih untuk mematikan pergerakan pemain kunci lawan.
“Kita sempat scouting beberapa pemain, salah satunya I Made Duta, pemain yang harus diwaspadai dengan semua skill yang dia punya, dan untungnya kami bisa handle,” kata Anno.
Anno yang menyumbangkan 17 poin menegaskan bahwa di level The Nationals, setiap tim wajib dianggap sebagai lawan yang sangat berbahaya.
“Nggak ada yang bisa dianggap remeh, semua adalah tim-tim terbaik dari tiap region, itu bukan suatu hal yang bisa dipandang sebelah mata,” tegasnya.
Menjaring Talenta Menuju Panggung Asia
Persaingan di babak penyisihan grup akan terus berlangsung hingga 11 Juni mendatang dengan menggunakan sistem setengah kompetisi yang sangat ketat.
Hanya dua tim terbaik dari masing-masing grup yang berhak melaju ke fase gugur, yakni babak semifinal, untuk memperebutkan tiket ke partai puncak.
Bagi kategori putra, pertaruhan di ajang ini semakin tinggi karena sang juara nasional akan didaulat menjadi wakil Indonesia di kancah internasional.
Mereka dijadwalkan bertarung melawan kampus-kampus elite se-Asia dalam ajang Asian University Basketball League (AUBL) pada Januari 2027 mendatang.
Kehadiran sponsor utama seperti Polytron juga memberikan warna modern dengan menghadirkan solusi mobilitas motor listrik bagi para mahasiswa yang terlibat.
Hal ini sejalan dengan visi penyelenggara untuk menciptakan ekosistem olahraga yang inspiratif, inovatif, dan relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.