- Indonesia tetap mengirimkan skuad kompetitif ke Australian Open 2026 meski Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memutuskan mundur.
- Sektor ganda putra kini bertumpu pada pasangan Sabar/Reza dan Leo/Daniel, sementara Anthony Sinisuka Ginting menjadi andalan utama di tunggal putra.
- Australian Open 2026 menjadi ajang penting bagi wakil Indonesia untuk mengumpulkan poin BWF sekaligus menguji kedalaman skuad di tengah padatnya kalender kompetisi.
Suara.com - Indonesia dipastikan tetap mengirimkan kekuatan terbaiknya untuk bertarung di ajang bergengsi BWF World Tour Super 500 Australian Open 2026 yang digelar di Sydney.
Meskipun terjadi perubahan skuad yang cukup signifikan menyusul mundurnya dua pasangan andalan, antusiasme pencinta bulu tangkis Tanah Air tetap tinggi untuk mengawal perjuangan Skuad Garuda.
Turnamen yang berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, ini menjadi ajang krusial bagi para atlet untuk mendulang poin setelah gelaran melelahkan di Indonesia Open pekan lalu.
Kejutan Penarikan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin
![Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat bertanding melawan Pebulu Tangkis ganda putra Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada pertandingan final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/07/67958-indonesia-open-2026-raymond-indranikolaus-joaquin-raymondjoaquin.jpg)
Publik bulu tangkis sempat dikejutkan dengan kabar mundurnya pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta pasangan muda yang tengah naik daun, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Penarikan kedua pasangan ganda putra ini dilakukan sesaat sebelum turnamen dimulai, yang memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi fisik dan strategi pemulihan atlet.
Hingga saat ini, manajemen PBSI belum memberikan detail mendalam terkait alasan medis maupun teknis di balik absennya dua pasangan tersebut dari turnamen di Australia.
Pihak federasi menyatakan bahwa penjelasan resmi baru akan disampaikan setelah Kepala Pelatih Ganda Putra, Antonius Budi Ariantho, tiba di lokasi pertandingan.
Perubahan susunan pemain ini tentu berdampak pada peta kekuatan sektor ganda putra Indonesia yang sebelumnya diprediksi akan menjadi salah satu unggulan.
Harapan di Pundak Sabar/Reza dan Leo/Daniel
Di tengah absennya beberapa nama besar, Indonesia masih memiliki barisan ganda putra yang sangat kompetitif untuk memperebutkan gelar juara.
Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani datang ke Sydney dengan modal berharga setelah sukses menembus babak semifinal Indonesia Open 2026.
Mereka diharapkan mampu mempertahankan konsistensi performa dan mental bertanding yang solid untuk menghadapi wakil-wakil terbaik dunia.
Selain itu, duet Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga berambisi melakukan penebusan setelah langkah mereka terhenti lebih awal pada turnamen sebelumnya.
Lini ganda putra semakin diperkuat dengan kehadiran pasangan Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi sebagai pelapis yang siap memberikan kejutan.
Kekuatan Sektor Tunggal dan Ganda Campuran
Sektor tunggal putra Indonesia diprediksi akan menyedot perhatian dengan hadirnya Anthony Sinisuka Ginting sebagai andalan utama.
Ginting tidak akan berjuang sendirian karena didampingi dua talenta muda berbakat, Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah.
Pada sektor ganda putri, harapan Merah Putih berada di pundak pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Kejutan menarik juga hadir dari sektor ganda campuran, di mana Rinov Rivaldy dijadwalkan tampil bersama pasangan asal Australia, Jane Gao.
Sementara itu, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja tetap menjadi tumpuan utama Indonesia di nomor ganda campuran.
Australian Open 2026 merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour yang memiliki nilai poin penting bagi peringkat dunia pemain di pertengahan musim.
Setelah melewati dinamika tinggi di Indonesia Open, Sydney menjadi destinasi strategis bagi tim pelatnas untuk menguji kedalaman skuad di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Kehadiran wakil-wakil Indonesia di berbagai sektor diharapkan mampu menghapus kekecewaan pendukung setelah beberapa pemain pilar terpaksa absen karena alasan evaluasi internal dan kebugaran.