- Ahmad Sahroni Center meluncurkan ASC Padel Team di Jakarta pada 12 Juni 2026 untuk mengembangkan atlet padel Indonesia.
- Tim ini menyiapkan pembinaan atlet melalui pelatih asal Spanyol, fasilitas lengkap, dan rencana pemusatan latihan di luar negeri.
- ASC menargetkan 24 atlet untuk berkompetisi pada turnamen nasional serta ajang internasional guna meraih prestasi di level dunia.
Suara.com - Olahraga padel di Indonesia mendapat suntikan kekuatan baru. Ahmad Sahroni Center (ASC) resmi memperkenalkan ASC Padel Team dalam acara peluncuran yang digelar di Padel Pro Signature Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).
Kehadiran tim ini bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi nasional. ASC membawa visi jangka panjang dengan membangun sistem pembinaan yang terstruktur demi mencetak atlet padel Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Ketua ASC Padel Team, Ali Harsya Rusmiputro, mengungkapkan bahwa proses pembentukan skuad masih terus berjalan. Meski demikian, sejumlah atlet potensial sudah mulai direkrut sebagai bagian dari fondasi tim.
"Saat ini masih dari lingkungan internal kami. Ada dua atlet yang baru kami ambil, yaitu Giorgio dan Armando Sumarno. Armando saat ini sedang bertanding di Shanghai. Dia pernah tiga kali menjadi finalis Sirnas dan sudah meraih satu gelar juara Sirnas," ujar Ali dalam keterangannya.
Tak ingin membuang waktu, ASC Padel Team langsung menyiapkan agenda kompetitif dalam waktu dekat.
Mereka berencana tampil di Seri Nasional (Sirnas) serta dua turnamen FIP Bronze yang akan berlangsung pada Juli mendatang.
"Target terdekat kami ada Sirnas dan FIP Bronze pada Juli. Targetnya tentu bisa meraih prestasi di sana," katanya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ASC untuk membawa atletnya merasakan atmosfer persaingan internasional sejak dini.
FIP Bronze sendiri merupakan turnamen resmi yang berada dalam kalender Federasi Internasional Padel (FIP).
"Kami tidak hanya bermain di Indonesia. Nantinya kami akan memilih turnamen FIP yang paling strategis untuk diikuti."
"Seperti Armando yang sekarang sedang bertanding di Shanghai, ke depan akan ada turnamen-turnamen seperti itu lagi," tutur Ali.
Dalam jangka panjang, ASC menargetkan memiliki 24 atlet di skuad utama yang terdiri dari 12 pasangan. Komposisinya mencakup delapan pasangan putra dan empat pasangan putri.
Menariknya, proses seleksi tidak dibatasi hanya untuk atlet tertentu. ASC membuka peluang bagi komunitas maupun individu dari berbagai daerah di Indonesia untuk bergabung.
"Semua bisa ikut, baik dari komunitas maupun individu. Pencarian atlet dilakukan di seluruh Indonesia," ucapnya.
Keseriusan ASC dalam membangun kekuatan padel nasional juga terlihat dari rencana mendatangkan dua pelatih asal Spanyol. Masing-masing akan menangani sektor putra dan putri.
Kehadiran pelatih dari negara yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan padel dunia itu diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas atlet Tanah Air.
Selain program latihan rutin dua kali sehari, para atlet nantinya juga akan mendapatkan dukungan pembinaan yang lengkap, mulai dari fisioterapi, sport massage hingga strength training.
Tak berhenti di situ, ASC juga menyiapkan program training camp di Spanyol sebagai bagian dari proyek pengembangan atlet menuju level elite.
"Pelatih dari Spanyol nantinya akan membuat program yang targetnya tinggi. Kami juga berencana mengirim atlet untuk menjalani training camp di Spanyol," kata Ali.
Pada tahap awal, sekitar lima hingga enam atlet direncanakan mengikuti pemusatan latihan di Negeri Matador. Jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai perkembangan tim ke depan.
Sementara itu, Ketua ASC, Imamuddin, menegaskan pembentukan ASC Padel Team merupakan wujud keseriusan Ahmad Sahroni dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia.
Ia berharap tim baru ini mampu mengikuti jejak kesuksesan ASC Motorsport yang lebih dulu tampil di level internasional.
"Saya melihat Pak Sahroni sangat serius dalam dunia olahraga. Harapannya ASC Padel bisa berkembang dari level nasional hingga internasional. Saya yakin dengan keseriusan beliau, ASC Padel bisa mengikuti jejak ASC Motorsport," ujar Imamuddin, yang juga anggota DPRD DKI ini.
Menurut Imamuddin, keputusan mendatangkan pelatih asing menunjukkan bahwa ASC memiliki target besar dan tidak ingin setengah hati dalam membangun ekosistem padel nasional.
"Beliau melihat banyak atlet Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing di level internasional. Karena itu, salah satu langkah yang dilakukan adalah mendatangkan pelatih dari mancanegara," pungkasnya.