- AQUA resmi menjalin kolaborasi strategis dengan DBL Indonesia sebagai mitra hidrasi dan title partner kompetisi DBL Dance.
- Kerja sama ini bertujuan mendukung kebutuhan cairan tubuh seluruh peserta agar tetap aktif dan berprestasi maksimal.
- Kolaborasi tersebut mengusung semangat kampanye Kaum Adem untuk membantu pelajar tetap tenang menghadapi tekanan kompetisi intens.
“Kami sangat senang menyambut AQUA sebagai bagian dari ekosistem DBL. Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting,” ujar Masany.
Ia juga menyoroti peran AQUA sebagai title partner DBL Dance yang dianggap sangat dekat dengan kebutuhan para peserta.
“Kami menyaksikan sendiri peserta DBL Dance itu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun koreografi, berlatih, hingga tampil dengan kostum dan properti yang sering kali membuat mereka merasa gerah. Karena itu, kehadiran AQUA dengan semangat Adem sangat relevan dan dekat dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, DBL Dance terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setiap musim, kompetisi tersebut melibatkan ratusan tim dan lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai kota di Indonesia.
Pada 2018, DBL Dance bahkan mencatatkan prestasi dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kompetisi dance dengan jumlah peserta terbanyak di Tanah Air.
Ajang ini juga menjadi tempat lahirnya sejumlah talenta yang kemudian berkiprah di industri hiburan, termasuk Dita Karang dan Christy Gardena.
Valencia Stephanie Hadasaah, alumni SMA IPEKA Puri Jakarta, menjadi salah satu peserta yang merasakan manfaat mengikuti DBL Dance. Selain pengalaman berkompetisi, ia mengaku mendapat kesempatan memperluas pertemanan dengan peserta dari berbagai sekolah.
“Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah,” ujarnya.
Antusiasme serupa diungkapkan Nichola Jonathan Tjahjamulia dari SMA Santa Theresia Jakarta yang berencana kembali berpartisipasi pada musim 2026-2027.
“Saya sangat antusias untuk kembali tampil. Atmosfer kompetisinya luar biasa dan membuat kami semakin termotivasi untuk mempersiapkan penampilan terbaik melalui latihan yang konsisten,” katanya.
Sementara itu, pelatih SMA IPEKA Puri Indah Jakarta yang juga anggota klub dance HEAVYBUCKSTYLEZ, Ananda Daniel, menilai DBL Dance memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang tari secara positif.
"Sebagai seseorang yang dulunya juga memulai tari di level SMA, saya sangat senang karena pelajar jadi punya platform untuk berkompetisi. DBL Dance adalah ajang pertama yang saya ikuti sejak SMA, tepatnya saat masih bersekolah di SMA Don Bosco Padang," ujar Daniel.
"Ajang ini membuat saya sadar bahwa saya sesenang itu akan menari, dan semoga semua pelajar dengan passion yang sama bisa memanfaatkan platform ini sebagai ruang kompetisi yang positif sekaligus proses pengembangan diri,” ujar Daniel.